Elon Musk Ungkap CEO Baru Twitter akan Ambil Alih Jabatan dalam Enam Minggu ke Depan
Musk tidak mengidentifikasi CEO baru dengan nama, juga tidak memberikan rincian tentang pengalaman kerja orang itu.
Penulis:
Fitri Wulandari
Editor:
Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, CALIFORNIA - Miliarder Elon Musk telah menjabat sebagai CEO Twitter sejak pengambilalihannya pada Oktober 2022, tidak lama setelah memberhentikan CEO Parag Agrawal bersama dengan beberapa eksekutif lainnya.
Ia sebelumnya mengindikasikan jika dirinya bermaksud untuk pindah dari jabatan CEO pada akhir tahun ini.
Dikutip dari laman Sputnik News, Jumat (12/5/2023), Musk telah mengumumkan bahwa ia akan secara resmi mengundurkan diri dari jabatan sebagai CEO Twitter dalam waktu enam minggu setelah menemukan orang baru untuk menempati posisi tersebut.
Baca juga: Elon Musk Segera Umumkan Fitur Baru Voice dan Video Chat Twitter
Pengumuman itu dibuat dalam cuitan di akun Twitter miliknya pada Kamis kemarin, di mana dirinya mengaku akan beralih menjadi 'Ketua Eksekutif dan CTO, mengawasi produk, perangkat lunak dan pengurus'.
"Senang mengumumkan bahwa saya telah merekrut CEO baru untuk Twitter. Ia akan mulai dalam 6 minggu," cuit Musk.
Musk tidak mengidentifikasi CEO baru dengan nama, juga tidak memberikan rincian tentang pengalaman kerja orang itu.
Bos Tesla ini sebelumnya mengatakan pada pertengahan Februari lalu bahwa dirinya bermaksud menunjuk penggantinya pada akhir tahun ini.
Namun pertama-tama ia ingin memastikan platform media sosial tersebut tetap stabil.
"Saya kira mungkin menjelang akhir tahun ini adalah waktu yang tepat untuk menemukan orang lain untuk menjalankan perusahaan, karena saya pikir Twitter akan berada dalam posisi stabil sekitar akhir tahun ini," jelas Musk dalam World Government Summit di Dubai.
Perkembangan tersebut terjadi setelah Musk sebelumnya menyatakan pada Desember 2022 bahwa dirinya akan menghormati hasil jajak pendapat publik yang ia buat terkait pertanyaan kepada pengguna Twitter 'apakah dia harus mundur sebagai CEO Twitter'.
Baca juga: Saat Elon Musk Hapus Tanda Centang Biru Twitter, Paus Hingga Donald Trump Jadi Korban
Pada saat itu, hasil jajak pendapat akhir mengungkapkan 57,5 persen dari pengguna yang berpartisipasi mendukung hengkangnya dari posisinya itu.
Sebanyak 17.502.391 pengguna memberikan suara dalam polling tersebut.
Musk secara resmi mengambil alih Twitter pada Oktober 2022 sebagai bagian dari akuisisi senilai 44 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
Ia kemudian menyatakan bahwa dirinya tidak pernah bermaksud untuk tetap menjadi CEO secara permanen platform tersebut.
Pada bulan-bulan berikutnya, kedatangannya di perusahaan ditandai dengan hilangnya pengiklan, pemangkasan anggaran dan kehilangan staf yang sangat signifikan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.