Minggu, 31 Agustus 2025

Harta Elon Musk Rontok, Menyusut Rp194 Triliun Gegara Bikin Partai Politik Baru

Kekayaan Elon Musk dilaporkan susut sebesar 12 miliar dolar AS atau sekitar Rp 194 triliun hanya dalam satu hari buntut pembentukan partai baru baru

Facebook The White House
ELON MUSK - Gambar diambil dari Facebook White House pada Minggu (1/6/2025), Kekayaan Elon Musk dilaporkan susut sebesar 12 miliar dolar AS atau sekitar Rp 194 triliun hanya dalam satu hari buntut pembentukan partai baru “America Party” yang digagas untuk melawan Partai Republik yang menaungi Presiden Donald Trump. 

TRIBUNNEWS.COM - Kekayaan pribadi miliarder kondang asal AS, Elon Musk dilaporkan menyusut sebesar 12 miliar dolar AS atau sekitar Rp 194 triliun (asumsi kurs Rp 16.200) hanya dalam satu hari.

Imbas penurunan tersebut, kekayaannya Musk kini turun jadi 393,1 miliar dolar AS atau Rp 6.368 triliun. Kendati demikian Elon Musk masih menjadi orang terkaya sejagat raya menurut laporan Forbes, dikutip Rabu (9/7/2025).

Adapun penyusutan harta Musk terjadi buntut kejatuhan harga saham Tesla, perusahaan mobil listrik yang ia pimpin.

Dimana saham Tesla anjlok hampir 8 persen lantaran CEO Elon Musk mengumumkan pembentukan partai baru “America Party” untuk melawan Partai Republik yang menaungi Presiden Donald Trump.

Musk menjelaskan pembentukan “America Party”  tidak bertujuan untuk merebut kekuasaan besar secara langsung, tetapi ingin mendisrupsi sistem dua partai yang dianggap tidak efektif.

Strateginya adalah dengan fokus pada dua hingga tiga kursi senat dan delapan hingga sepuluh distrik DPR yang memiliki margin legislatif tipis

Kendati ide pembentukan membentuk “Amerika Party” masih dalam tahap awal, namun Musk menekankan bahwa dengan dukungan finansial yang kuat dan strategi kampanye yang terarah.

Partai tersebut berpotensi memberikan pengaruh besar dalam pemilu yang diperkirakan akan berlangsung ketat pada November mendatang.

Investor Muak dengan Tingkah Musk

Namun pasca rencana ini diusulkan, analis pasar mulai menyuarakan kekhawatiran terhadap manuver Musk.

Baca juga: Elon Musk Isyaratkan Partai Amerika Bakal Merangkul Bitcoin sebagai Mata Uang Baru AS

Bahkan Jed Dorsheimer dari William Blair, dalam catatan untuk kliennya, menyatakan bahwa investor mulai lelah dengan "gangguan" yang ditimbulkan oleh CEO Tesla itu.

Ia juga menyoroti bahwa lingkungan regulasi untuk kendaraan listrik semakin tidak menguntungkan sejak disahkannya RUU besar oleh pemerintahan Donald Trump pekan lalu.

“Investor mulai jenuh dengan gangguan dari Musk,” tulis Dorsheimer, sambil menurunkan peringkat saham Tesla dari “beli” menjadi “tahan”.

Pernyataan tersebut juga diperkuat dengan data survei agregat dari lembaga Silver Bulletin, dimana 55 persen warga AS kini memiliki pandangan negatif terhadap Elon Musk, meningkat dari 45 persen pada akhir 2024.

Penurunan sentimen ini terjadi di seluruh spektrum politik baik di kalangan Demokrat, Republik, maupun pemilih independen yang menunjukkan bahwa persepsi negatif terhadap Musk bukan hanya datang dari satu sisi ideologi, melainkan dari kekecewaan yang lebih luas.

Sementara itu, di kalangan investor, kekecewaan terhadap Musk mulai berubah menjadi kejenuhan.

Halaman
12
Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan