Selasa, 28 April 2026

Elon Musk: Neuralink Siap Produksi Massal Implan Otak Mulai 2026

Elon Musk umumkan Neuralink akan memulai produksi massal implan otak pada tahun 2026

Tayang:
Penulis: Bobby W
Arsip Tribunnews 16 Juni 2023. Copyright:Alain JOCARD / AFP
ELON MUSK - Elon Musk saat berada di pameran startup dan inovasi teknologi Vivatech di pusat pameran Porte de Versailles di Paris, pada 16 Juni 2023. Elon Musk mengumumkan bahwa perusahaan rintisannya, Neuralink, akan memulai produksi massal perangkat implan otak pada tahun 2026. Pengumuman tersebut disampaikan dalam unggahannya di platform media sosial X pada hari Rabu malam waktu setempat (31/12/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Neuralink targetkan produksi massal implan otak pada 2026, dengan prosedur bedah yang hampir sepenuhnya otomatis menggunakan robot.
  • Implan dirancang membantu pasien dengan kelumpuhan atau gangguan neurologis, memungkinkan kontrol perangkat digital hanya melalui pikiran.
  • Uji coba manusia dimulai 2024 dan hingga kini 12 pasien lumpuh telah berhasil menggunakan implan untuk aktivitas seperti browsing, bermain gim, dan mengontrol kursor

TRIBUNNEWS.COM - Era baru teknologi antarmuka otak-komputer (brain-computer interface) segera memasuki babak baru.

Hal ini terjadi setelah miliarder Elon Musk mengumumkan bahwa perusahaan rintisannya, Neuralink, akan memulai produksi massal perangkat implan otak pada tahun 2026.

Pengumuman tersebut disampaikan dalam unggahannya di platform media sosial X pada hari Rabu malam waktu setempat (31/12/2025).

"Neuralink akan memulai produksi massal perangkat sensor otak dan beralih ke prosedur bedah yang lebih simpel serta hampir sepenuhnya otomatis pada tahun 2026," ungkap Musk di X.

Musk menyatakan bahwa Neuralink tidak hanya mengejar volume produksi yang besar, tetapi juga akan beralih sepenuhnya ke prosedur bedah robotik otomatis pada tahun 2026 ini.

"Kabel halus pada perangkat tersebut akan dipasang menembus selaput otak (dura) tanpa perlu mengangkatnya terlebih dahulu. Ini adalah pencapaian yang sangat besar," pungkas Elon Musk dalam cuitannya tersebut.

Implan otak Neuralink sendiri dirancang khusus untuk membantu orang dengan kondisi medis berat, seperti cedera sumsum tulang belakang.

Teknologi ini memungkinkan pasien untuk mengoperasikan perangkat digital hanya dengan kekuatan pikiran.

Keberhasilan teknologi ini telah dibuktikan oleh pasien manusia pertama Neuralink.

OPERASI NEURALINK Kolase gambar dari unggahan X/@NeuraNova9 Audrey Crews, Jumat (1/8/2025). Gambar kiri menunjukkan Audrey mengendalikan layar laptop hanya dengan pikirannya melalui chip Neuralink. Gambar kanan memperlihatkan Audrey dalam masa pemulihan pascaoperasi otak, dengan perban di kepala dan peralatan medis di sekitarnya.
OPERASI NEURALINK - Kolase gambar dari unggahan X/@NeuraNova9 Audrey Crews, Jumat (1/8/2025). Gambar kiri menunjukkan Audrey mengendalikan layar laptop hanya dengan pikirannya melalui chip Neuralink. Gambar kanan memperlihatkan Audrey dalam masa pemulihan pascaoperasi otak, dengan perban di kepala dan peralatan medis di sekitarnya. (X/@NeuraNova9)

Hingga saat ini, pasien lumpuh yang menggunakan implan otak tersebut telah berhasil untuk melakukan beberapa hal antara lain:

  • Bermain video game.
  • Menjelajahi internet (browsing).
  • Mengunggah konten di media sosial.
  • Menggerakkan kursor pada laptop secara akurat.

Langkah besar menuju produksi massal di 2026 ini menyusul dimulainya uji coba manusia pada awal 2024.

Sebelumnya, Neuralink sempat menghadapi tantangan regulasi setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menolak permohonan mereka pada 2022 karena masalah keamanan.

Baca juga: Elon Musk Gratiskan Starlink untuk Korban Banjir di Sumatera, Bantah Keruk Cuan dari Musibah

Namun, setelah melakukan perbaikan protokol, Neuralink berhasil mengantongi izin resmi.

Pada September lalu, Neuralink melaporkan bahwa sudah ada 12 orang di seluruh dunia dengan kondisi kelumpuhan parah yang telah menerima implan tersebut.

Mereka kini aktif mengontrol alat digital maupun fisik melalui pikiran.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved