Apa Itu Grok? Asisten AI di X Diblokir Sementara Komdigi Buntut Konten Deepfake Asusila
Komdigi memblokir sementara Grok, asisten AI di X, karena konten deepfake asusila.
Ringkasan Berita:
- Komdigi memblokir sementara asisten AI di X, Grok, buntut konten deepfake asusila.
- Grok telah menuai banyak kritik dari pengguna X karena bisa mengubah foto seseorang menjadi tak senonoh, hanya lewat prompt sederhana.
- Tak hanya memblokir Grok, Komdigi juga mendesak X untuk memberikan klarifikasi soal dampak negatif penggunaan Grok.
TRIBUNNEWS.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memblokir sementara asisten Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan X, Grok, buntut konten deepfake asusila.
Menkomdigi, Meutya Hafid, mengungkapkan pemblokiran sementara terhadap Grok dilakukan atas dasar hukum yang jelas, yaitu Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat, khususnya Pasal 9.
Aturan itu mewajibkan setiap Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) memastikan platform-nya tidak memuat atau memfasilitasi distribusi konten yang dilarang.
Meutya juga mendesak X untuk memberikan klarifikasi soal dampak negatif penggunaan Grok.
"Kementerian Komunikasi dan Digital juga telah meminta Platform X untuk segera hadir guna memberikan klarifikasi terkait dampak negatif penggunaan Grok," kata Meutya dalam keterangan resminya, Sabtu (10/1/2026), dilansir Kompas.com.
Lalu, apa itu Grok?
Baca juga: Grok AI Tak Punya Sistem Cegah Konten Asusila, Komdigi Ancam Akan Putus Akses X
Dikutip dari X, Grok adalah asisten AI yang membantu menyelesaikan tugas, seperti menjawab pertanyaan, memecahkan masalah, dan mencetuskan ide.
Grok dirancang untuk menjawab hampir semua pertanyaan dengan sentuhan AI dan humor, sekaligus memberikan respons yang membantu dan penuh wawasan.
Untuk menjawab pertanyaan dari pengguna X, Grok punya fitur unik yang memungkinkannya memutuskan untuk mencari postingan publik di X atau melakukan pencarian web secara real-time di internet.
Sebagai asisten AI di X, Grok bisa membagikan data pengguna X, misalnya profil publik, unggahan publik, unggahan populer, engagement, dan minat pengguna.
Jika pengguna berinteraksi menggunakan masukan suara, Grok akan menyalin atau menerjemahkan masukan Anda, dan masukan suara, transkripsi, atau terjemahan tersebut dapat dibagikan dengan xAI.
Tuai Kritik karena Konten Deepfake
Belakangan, Grok menuai banyak kritik karena mengizinkan pengguna X untuk membuat konten tak senonoh terhadap foto-foto, bahkan foto anak-anak, hanya lewat prompt sederhana.
Pengguna X menilai hal tersebut sebagai pelecehan seksual secara digital.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komdigi, Alexander Sabar, mengatakan manipulasi digital oleh Grok merupakan bentuk perampasan kendali individu atas identitas visualnya yang dapat menimbulkan kerugian psikologis, sosial, dan reputasi.
Sayangnya, kata Alexander, temuan awal menunjukkan belum ada pengaturan spesifik dalam Grok AI untuk mencegah pemanfaatan teknologi untuk hal negatif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Grok-3-dan-Elon-Musk.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.