Smart Home AI dari LG, Kendalikan Seluruh Perangkat Rumah Lewat Satu Aplikasi
Dari AC hingga mesin cuci, semua bisa dikontrol satu aplikasi. LG ThinQ hadirkan smart home yang otomatis, efisien, dan terhubung.
Ekosistem LG ThinQ tidak terbatas pada perangkat internal, tetapi juga dikembangkan agar kompatibel dengan berbagai platform lain. Melalui ThinQ API, perangkat dapat terintegrasi dengan sistem pihak ketiga, memperluas fleksibilitas penggunaan smart home.
LG bahkan mengembangkan perangkat hub seperti ThinQ ON yang berfungsi sebagai pusat kontrol berbasis AI untuk menghubungkan berbagai perangkat dalam satu jaringan rumah pintar.
Dengan LG ThinQ, LG menargetkan perubahan pola hidup masyarakat menuju hunian yang lebih praktis, efisien, dan terotomatisasi. Seluruh perangkat tidak lagi berdiri sendiri, melainkan bekerja sebagai satu ekosistem yang saling terhubung.
Konsep ini mempertegas arah transformasi LG dari produsen perangkat elektronik menjadi penyedia solusi smart living berbasis AI, di mana berbagai urusan rumah tangga dapat diselesaikan hanya melalui satu aplikasi.
Bidik Indonesia
LG Electronics menegaskan Indonesia menjadi salah satu pasar strategis di Asia dengan potensi pertumbuhan yang masih terbuka lebar, khususnya pada segmen produk premium dan ekosistem rumah berbasis kecerdasan buatan (AI).
VP HS Asia Sales & Marketing Division Lead of LG Electronics, Sunghan Kim, menyebut pihaknya tidak memprioritaskan satu sektor tertentu secara spesifik di Indonesia.
Menurutnya, seluruh lini bisnis memiliki tingkat kepentingan yang sama dalam pengembangan pasar.
“Indonesia adalah salah satu negara terbesar dengan potensi yang sangat besar. Penetrasi untuk beberapa produk seperti pengering dan produk premium masih relatif rendah, sehingga peluangnya masih sangat terbuka,” ujarnya dalam sesi wawancara pada acara LG Innofest 2026.
Ia menjelaskan, tren global menuju ekosistem rumah berbasis AI menjadi arah yang tidak terhindarkan, termasuk di Indonesia.
LG, kata dia, tidak hanya mengandalkan AI semata, tetapi mengombinasikannya dengan teknologi inti perusahaan untuk menciptakan nilai tambah yang lebih kompetitif.
“Ini adalah tren global. LG tidak hanya berbicara tentang AI, tetapi bagaimana menggabungkannya dengan teknologi inti kami. Itu yang membuat kami lebih kuat dibandingkan kompetitor,” jelasnya.
Strategi tersebut diyakini akan relevan dengan pasar Indonesia, terutama didorong oleh karakter generasi muda yang dinilai lebih adaptif terhadap teknologi baru.
Baca juga: Teknologi Kulkas AI LG dengan Fitur Adaptif, Hemat Energi dan Jaga Makanan Tetap Segar
Selain itu, LG juga secara terbuka menargetkan pertumbuhan pada segmen premium di Tanah Air sebagai bagian dari ekspansi bisnis jangka panjang.
Dalam melihat perilaku pasar, LG menilai Indonesia memiliki karakteristik konsumen yang beragam.
Produk konvensional seperti mesin cuci dua tabung dan kulkas dua pintu masih diminati, namun di sisi lain terjadi peningkatan permintaan untuk produk dengan teknologi lebih tinggi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/LG-ThinQ-smarthome-AI.jpg)