Minggu, 26 April 2026

Smart Home AI dari LG, Kendalikan Seluruh Perangkat Rumah Lewat Satu Aplikasi

Dari AC hingga mesin cuci, semua bisa dikontrol satu aplikasi. LG ThinQ hadirkan smart home yang otomatis, efisien, dan terhubung.

Tribunnews.com/Facundo Chrysnha Pradipha
SMARTHOME AI LG - LG ThinQ hadirkan smart home yang otomatis, efisien, dan terhubung, dalam pameran LG Innofest 2026 Busan, Korea Selatan. 
Ringkasan Berita:
  • LG Electronics menghadirkan platform LG ThinQ sebagai pusat kendali rumah pintar.
  • Aplikasi ini memungkinkan kontrol perangkat, otomatisasi aktivitas, hingga pemantauan energi dalam satu sistem.
  • Integrasi AI membuat perangkat mampu belajar kebiasaan pengguna dan bekerja lebih efisien.

TRIBUNNEWS.COMLG Electronics memperkuat ekosistem rumah pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui platform LG ThinQ, sebuah aplikasi terintegrasi yang memungkinkan pengguna mengelola berbagai perangkat rumah tangga dalam satu sistem.

Melalui pendekatan ini, LG tidak lagi sekadar menghadirkan perangkat elektronik, tetapi membangun sistem smart home yang terpusat dan saling terhubung, mulai dari kulkas, mesin cuci, AC, hingga perangkat hiburan.

Regional CEO LG Electronics Asia Pacific, Jaeseung Kim menyinggung pengembangan inovasi dan teknologi di negara Asia.

“Asia merupakan salah satu pasar paling dinamis dan penting bagi kami, dan InnoFest 2026 menjadi kesempatan penting untuk terhubung dengan mitra sekaligus membagikan visi masa depan,” jelasnya dalam acara LG Innofest 2026.

Ia menegaskan, LG akan terus mengembangkan solusi rumah berbasis AI yang disesuaikan dengan gaya hidup lokal di kawasan Asia.

Satu Aplikasi untuk Seluruh Perangkat

AC TEKNOLOGI AI - Produk LG Electronics berbasis AI dalam acara LG Innofest 2026, Busan, Korea Selatan.
AC TEKNOLOGI AI - Produk LG Electronics berbasis AI dalam acara LG Innofest 2026, Busan, Korea Selatan. (Tribunnews.com/Facundo Chrysnha Pradipha)

Aplikasi LG ThinQ menjadi pusat kendali utama dalam ekosistem AI Home. 

Pengguna dapat mengontrol perangkat rumah tangga dari jarak jauh, memantau kinerja, hingga mengatur otomatisasi hanya melalui smartphone.

Platform ini memungkinkan perangkat terhubung melalui jaringan internet dan Internet of Things (IoT), sehingga seluruh aktivitas rumah dapat dikelola secara real-time dalam satu aplikasi.

Selain kontrol dasar, LG ThinQ juga menyediakan rekomendasi personal berbasis data penggunaan, sehingga perangkat dapat beroperasi lebih efisien sesuai kebiasaan pengguna.

Keunggulan utama LG ThinQ terletak pada integrasi AI yang mampu mempelajari pola aktivitas harian pengguna. Sistem ini kemudian mengoptimalkan kinerja perangkat secara otomatis, mulai dari pengaturan suhu, konsumsi energi, hingga jadwal operasional.

Baca juga: LG WashTower Tembus 3,2 Juta Unit, Bidik Indonesia Lewat Ekosistem AI Home

Dalam pengembangannya, LG juga menghadirkan konsep Smart Routines, yakni otomatisasi aktivitas rumah tangga seperti mode tidur, saat penghuni keluar rumah, atau ketika kembali ke rumah.

Teknologi ini memungkinkan rumah beradaptasi secara proaktif tanpa harus dikontrol manual setiap saat.

LG ThinQ juga dilengkapi fitur Smart Diagnosis yang mampu mendeteksi potensi masalah pada perangkat dan memberikan solusi secara langsung melalui aplikasi.

Selain itu, pengguna dapat memantau konsumsi energi setiap perangkat, membandingkan penggunaan, hingga menetapkan target penghematan untuk meningkatkan efisiensi listrik di rumah.

Fitur ini menjadi bagian dari upaya LG dalam menghadirkan smart home yang tidak hanya cerdas, tetapi juga hemat energi dan berkelanjutan.

Ekosistem LG ThinQ tidak terbatas pada perangkat internal, tetapi juga dikembangkan agar kompatibel dengan berbagai platform lain. Melalui ThinQ API, perangkat dapat terintegrasi dengan sistem pihak ketiga, memperluas fleksibilitas penggunaan smart home.

LG bahkan mengembangkan perangkat hub seperti ThinQ ON yang berfungsi sebagai pusat kontrol berbasis AI untuk menghubungkan berbagai perangkat dalam satu jaringan rumah pintar.

Dengan LG ThinQ, LG menargetkan perubahan pola hidup masyarakat menuju hunian yang lebih praktis, efisien, dan terotomatisasi. Seluruh perangkat tidak lagi berdiri sendiri, melainkan bekerja sebagai satu ekosistem yang saling terhubung.

Konsep ini mempertegas arah transformasi LG dari produsen perangkat elektronik menjadi penyedia solusi smart living berbasis AI, di mana berbagai urusan rumah tangga dapat diselesaikan hanya melalui satu aplikasi.

Bidik Indonesia

LG Electronics menegaskan Indonesia menjadi salah satu pasar strategis di Asia dengan potensi pertumbuhan yang masih terbuka lebar, khususnya pada segmen produk premium dan ekosistem rumah berbasis kecerdasan buatan (AI).

VP HS Asia Sales & Marketing Division Lead of LG Electronics, Sunghan Kim, menyebut pihaknya tidak memprioritaskan satu sektor tertentu secara spesifik di Indonesia. 

PENCUCI PIRING AI - LG pamerkan mesin pencuci piring berteknologi AI pada acara LG Innofest 2026 di Busan, Korea Selatan, Rabu (8/4/2026).
PENCUCI PIRING AI - LG pamerkan mesin pencuci piring berteknologi AI pada acara LG Innofest 2026 di Busan, Korea Selatan, Rabu (8/4/2026). (Tribunnews.com/Facundo Chrysnha Pradipha)

Menurutnya, seluruh lini bisnis memiliki tingkat kepentingan yang sama dalam pengembangan pasar.

“Indonesia adalah salah satu negara terbesar dengan potensi yang sangat besar. Penetrasi untuk beberapa produk seperti pengering dan produk premium masih relatif rendah, sehingga peluangnya masih sangat terbuka,” ujarnya dalam sesi wawancara pada acara LG Innofest 2026.

Ia menjelaskan, tren global menuju ekosistem rumah berbasis AI menjadi arah yang tidak terhindarkan, termasuk di Indonesia. 

LG, kata dia, tidak hanya mengandalkan AI semata, tetapi mengombinasikannya dengan teknologi inti perusahaan untuk menciptakan nilai tambah yang lebih kompetitif.

“Ini adalah tren global. LG tidak hanya berbicara tentang AI, tetapi bagaimana menggabungkannya dengan teknologi inti kami. Itu yang membuat kami lebih kuat dibandingkan kompetitor,” jelasnya.

Strategi tersebut diyakini akan relevan dengan pasar Indonesia, terutama didorong oleh karakter generasi muda yang dinilai lebih adaptif terhadap teknologi baru.

Baca juga: Teknologi Kulkas AI LG dengan Fitur Adaptif, Hemat Energi dan Jaga Makanan Tetap Segar

Selain itu, LG juga secara terbuka menargetkan pertumbuhan pada segmen premium di Tanah Air sebagai bagian dari ekspansi bisnis jangka panjang.

Dalam melihat perilaku pasar, LG menilai Indonesia memiliki karakteristik konsumen yang beragam. 

Produk konvensional seperti mesin cuci dua tabung dan kulkas dua pintu masih diminati, namun di sisi lain terjadi peningkatan permintaan untuk produk dengan teknologi lebih tinggi.

“Permintaan mesin cuci front-loading LG terus meningkat, seiring dengan naiknya minat terhadap kulkas multi-door dan side-by-side,” kata Sunghan.

LG pun berkomitmen menghadirkan solusi yang tidak hanya mengikuti perkembangan kebutuhan konsumen, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Dengan kombinasi strategi premiumisasi dan penguatan ekosistem AI, LG optimistis dapat memperluas pangsa pasar sekaligus mendorong adopsi teknologi rumah pintar di Indonesia.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved