Minggu, 14 Juni 2026

Adopsi AI Makin Meluas, Membangun Kepercayaan Jadi Tantangan Pengelola Website

Membangun kepercayaan jadi tantangan utama para pengelola dan pengembang website (web debveloper) di tengah makin meluasnya adopsi AI.

Tayang:
Editor: Choirul Arifin
HO/IST/dok.
TANTANGAN AI - Penyelenggaraan Indonesia Website Awards (IWA) 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026. Membangun kepercayaan jadi tantangan utama para pengelola dan pengembang website (web debveloper) di tengah makin meluasnya adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI).  

Ringkasan Berita:
  • Membangun kepercayaan jadi tantangan utama para pengelola dan pengembang website (web debveloper) di tengah makin meluasnya adopsi AI.
  • Teknologi AI memudahkan siapa saja dalam membangun website namun  AI juga berisiko makin luasnya serangan siber seperti deepfake, phishing otomatis serta eksploitasi celah keamanan berbasis AI.
  • Para pelaku industri harus siap menghadapi serangan siber yang semakin canggih seiring perkembangan AI.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Membangun kepercayaan jadi tantangan utama para pengelola dan pengembang website (web debveloper) di tengah makin meluasnya adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI). 

Indra Hartawan, VP & Country Manager Exabytes Indonesia mengatakan, teknologi AI telah banyak berperan dalam menurunkan hambatan teknis secara dramatis dalam pengembangan website.  Siapa pun saat ini bisa membangun website dalam hitungan jam. 

"Namun di sisi lain, AI juga memperluas permukaan serangan: deepfake, phishing otomatis, hingga eksploitasi celah keamanan berbasis AI menjadi ancaman nyata yang harus dihadapi para developer dan pemilik bisnis," ungkapnya di acara diskusi dengan media di acara Indonesia Website Awards (IWA) 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.

“Tantangan terbesar para web developer saat ini bukan lagi soal tools atau tampilan. Karena proses creation itu sudah sangat mudah dengan bantuan AI. "Yang paling sulit adalah membangun kepercayaan," ungkap Indra Hartawan.

Dia menegaskan, ada tiga hal yang harus selalu dipegang oleh para web developer saat ini, yakni kecepatan, keamanan, dan kepercayaan.

"Kepercayaan lahir dari kepatuhan regulasi data, audit keamanan yang konsisten, dan pengalaman pengguna yang tulus. Kita juga harus waspada bahwa AI kini justru lebih menguntungkan para penyerang dibanding para pembela," kata Indra Hartawan.

Dia menekankan, kepatuhan terhadap regulasi perlindungan data, audit keamanan yang berkelanjutan.

Selain itu, pengalaman pengguna (user experience) yang baik menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan digital. Perubahan lanskap digital tersebut juga mendorong perubahan standar pengelolaan website.

Baca juga: Di Masa Datang, AI Tak Hanya Jadi Alat Bantu Tapi Jadi Inti Operasional di Perusahaan 

Selain faktor desain dan performa, pelaku industri kini mulai memperhatikan kemampuan website membangun otoritas digital dan visibilitas di mesin pencarian berbasis AI generatif atau Generative Engine Optimization (GEO).

Founder & Co-CEO Avonetiq Alexandro Wibowo berpendapat, perkembangan AI membuat hampir semua orang dapat membangun website dengan lebih mudah. Namun, faktor pembeda sebuah website kini terletak pada tingkat akuntabilitas dan kredibilitas yang mampu dibangun.

"Website harus merepresentasikan brand secara utuh, mulai dari performa, desain, keamanan hingga bagaimana website tersebut dipandang oleh AI. Akuntabilitas akan melahirkan otoritas, dan otoritas akan membangun kepercayaan," kata Alexandro Wibowo.

Baca juga: Siri AI Hanya Hadir di Perangkat Apple Tertentu, Ini Daftar Lengkapnya

Alexandro menlai, Indonesia memiliki peluang besar untuk bersaing di pasar digital global karena akses terhadap teknologi kini semakin terbuka dan setara dengan negara lain. Di sisi lain, ancaman keamanan siber juga menjadi perhatian pemerintah.

Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Slamet Aji Pamungkas menegaskan, para pelaku industri harus siap menghadapi serangan siber yang semakin canggih seiring perkembangan AI.

Exabytes Indonesia menilai tren tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan digital akan menjadi faktor kunci dalam perkembangan ekonomi digital ke depan.

Perusahaan memperkirakan standar industri website akan terus berkembang, tidak hanya berfokus pada tampilan dan fungsi, tetapi juga pada keamanan, otoritas digital, dan kemampuan beradaptasi dengan ekosistem AI yang semakin dominan.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved