TOPIK
Demo Tolak RUU KUHP dan UU KPK
-
Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Gatot Edi Pramono sudah menyatakan tidak akan memberi izin aksi mulai Selasa (15/10/2019) sampai hari H pelantikan
-
Pilihan tempuh jalur judicial review ke Mahkamah Konstitusi soal UU KPK, merupakan hasil diskusi 17 BEM Universitas di Jakarta.
-
"Saya sejak awal mendukung ada semacam tim independen, yang bisa melakukan pengungkapan atau pengumpulan fakta terhadap penanganan aksi," katanya
-
Untuk diketahui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia berencana menggelar unjukrasa pada hari pelantikan presiden
-
Hermawan Sulistyo mengaku melihat para pendemo bayaran di daerah Pondok Indah, Jakarta Selatan
-
Hendropriyono meminta agar dalang di balik kerusuhan tersebut ditangkap dan mengganti kerugian dari ulah mereka yang merugikan publik
-
Namun, polisi masih menahan warga yang bukan mahasiswa dan pelajar. Mereka ditahan karena kedapatan melakukan perusakan dan menyerang petugas
-
Ryamizard menekankan bahwa jika setelah diperiksa Sony terbukti bersalah maka hal itu termasuk pengkhianatan terhadap negara
-
Saat diamankan, para pelajar yang kebanyakan berasal dari Jawa Barat ini didapati tengah beristirahat di lokasi tersebut
-
Para alumni FHUI yang mendukung pernyataan sikap ini berlatar belakang dari beragam profesi seperti akademisi, pejabat publik, advokat, notaris
-
"Mereka kedapatan bergerak menggunakan mobil bak terbuka atau menggunakan kereta, beberapa dari mereka juga sengaja bolos sekolah," jelas dia
-
RO diketahui masih di bawah umur dan masih mengenyam pendidikan di salah satu SMK
-
Rossa mengikuti pemberitaan di televisi soal aksi ujuk rasa mahasiswa memprotes UU KPK dan RKUHP yang dinilai bermasalah.
-
"Sudah dipindahkan sejak dua hari yang lalu. Namun, waktu dipindahkan sudah dalam keadaan baik-baik," kata Sultan
-
Polwan anggota Polda Papua tersebut mengatakan dia terluka karena kecelakaan saat hendak bertolak dari gedung DPR ke Polda Metro Jaya
-
YI sudah dua hari berada di Jakarta. Pelajar asal Kuningan, Jawa Barat itu pamit ke orangtuanya sejak Minggu (29/9/2019) lalu
-
"Ada yang positif, nanti datanya bakal kami kirim," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono
-
Terpantau massa mahasiswa membawa spanduk dan bendera di sekitaran Gedung DPR MPR RI, pada pukul 11.30 WIB
-
Berdasarkan pemantauan, sejumlah mahasiswa membawa spanduk dan poster sebagai bentuk upaya mengkritisi anggota parlemen
-
Gedung ini turut dilempari batu dan petasan oleh massa saat demonstrasi berujung kericuhan pada Senin (30/9/2019) kemarin
-
"Mungkin polisi refleks karena melihat massa berlarian kesana," ujar Argo saat dikonfirmasi, Selasa (1/10/2019)
-
Polisi mengamankan puluhan pelajar SMP yang diduga hendak ikutan unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, kawasan Senayan, Senin (30/9/2019).
-
Ia mengaku hanya mendengar bunyi seng, lalu disusul suara teriakkan istri dari dalam rumah
-
Mereka membakar sejumlah barrier di jalan Jenderal Sudirman dan memblokade jalan arah MH Thamrin
-
Di mata keluarga, Yusuf yang merupakan anak pertama selalu bersikap baik sehingga selalu menjadi contoh bagi ketiga adiknya
-
Kemudian dari arah Pejompongan tampak dua orang tak memakai seragam dibawa ke arah Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
-
Pengakuan AO tersebut sampai membuat sejumlah petugas kepolisian pun menggelengkan kepalanya
-
Commuter Line jurusan Tanah Abang-Serpong/Maja/Rangkas Bitung, tidak dapat beroperasi normal, Senin (30/09/2019).
-
Gas air mata ditembakkan polisi agar massa pelajar bubar. Sebelumnya, massa pelajar melempari polisi dengan batu.
-
Satu di antaranya adalah Murtadi, warga Depok itu baru saja mengikuti workshop di bilangan Serpong. Ia ingin pulang naik KRL