TOPIK
Dimas Kanjeng Ditangkap
-
Polda Jawa Timur bersama Bareskrim dalam waktu dekat akan memeriksa bunker yang ada di Padepokan milik Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo.
-
Martinus mengatakan, bungker tersebut hingga kini belum dibuka oleh polisi.
-
Sontak Mahfud langsung mengklarifikasi bahwa dia bukan murid Dimas Kanjeng.
-
Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian turut memantau perkembangan kasus pembunuhan dengan yang diotaki Dimas Kanjeng Taat Pribadi.
-
Laila mengaku pernah melihat suaminya, Dimas Kanjeng Taat Pribadi, menggandakan uang. Laila adalah istri sah kedua Dimas Kanjeng.
-
Dimas Kanjeng Taat Pribadi tak sesaksi seperti cerita banyak orang. Begini cerita Bibi Rasemjan, yang suaminya diduga dibunuh Dimas Kanjeng.
-
Dimas Kanjeng Pribadi memiliki tiga istri. Istri keduanya blak-blakan soal sosok Dimas Kanjeng dan perlakuannya selama ini terhadap keluarga.
-
Laila mengaku hidup bersama Dimas Kanjeng selama kurang lebih 10 tahun. Ia menikah tahun 2006 dan sudah dikaruniai dua anak.
-
Dia dibunuh oleh anak buah Taat Pribadi atas perintah langsungnya.
-
"Kasus pembunuhan Ismail, tersangkanya ada enam orang, berkasnya dipisah jadi tiga dan sudah dinyatakan lengkap (P21) Kejaksaan Probolinggo,"
-
Di sana banyak tenda-tenda pengikut Dimas Kanjeng. Ada Pula tulisan karomah yang ditujukan kepada Dimas Kanjeng. Ketua MUI Jatim marah.
-
Menurut dia, Taat penuh kelembutan dan sangat mengayomi santrinya. Marwah menganggap mustahil Taat Pribadi membunuh
-
Karakter ini yang membuat sosok penuh mitos seperti Dimas mampu menghipnotis banyak orang bahkan seorang sekelas Marwah Daud, Doktor lulusan Amerika
-
Rumah istri ketiga Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Jalan Sahara, Dusun Karang Dampit, Desa Kebonagung terlihat sepi.
-
Informasi yang beredar dari kepolisian, pasukan Dimas Kanjeng dilatih khusus oleh anggota TNI AD yang masih aktif.
-
"Beliau sendiri tidak bisa pakai uang itu. Kata istrinya, pakailah uangnya beberapa lembar. Setelahnya, sakit sampai 40 hari," ujar Marwah.
-
Pemeriksaan baru akan dilakukan setelah penyidikan kasus Kanjeng Dimas Taat Pribadi rampung di Polda Jatim.
-
Ada cerita lain yang tercecer saat penangkapan Dimas Kanjeng Taat Pribadi pada Kamis (22/9/2016) lalu.
-
"Taat, ini uangku Rp 5.000, gandakan jadi Rp 1 miliar," goda penyidik sembari menyodorkan uang. Lalu ini yang dilakukan Dimas.
-
"Ada laporannya 20 Februari 2016. Yang dilaporkan ke Bareskrim masalah penipuannya, Rp 25 miliar kerugiannya," ujar Agus.
-
"Jadi kita harus hati-hati, apalagi pengikutnya ada mantan anggota TNI dan Polri yang sudah pensiun dan direkrut di sana," kata Agus.
-
Dalam praktik penggandaan uang oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi, jumlah korban diperkirakan mencapai 20.000 orang.
-
Dimas Kanjeng saat digerebek tim gabungan di padepokannya, berusaha sembunyi di balik pintu.
-
Terkait banyaknya pengikut yang masih berkumpul untuk menunggu kepastian uang hasil penggandaan, Taat mengaku sanggup untuk mengembalikan.
-
Dengan kompak, wartawan meminta uang pecahan asing. Dimas menganggukkan kepalanya dan dia langsung menarik tangan dari belakang punggungnya.
-
Konon, ayah Dimas Kanjeng seorang Kapolsek yang disegani masyarakat Probolinggo. Tapi, Dimas Kanjeng enggan menjadi polisi.
-
Dalam beberapa frame dia tampak berfoto dan berjabat tangan dengan Jokowi saat berada di istana negara dan foto bersama Moeldoko
-
Kedatangan polisi sempat dihalangi oleh pengikut dan pihak keamanan padepokan.
-
Dedikasi ayah Dimas Kanjeng terhadap pekerjaan dan bertugas sebagai pengayom masyarakat itu diembannya secara baik.
-
Tempat penyimpan uang ini ada di lantai satu dan dua rumah Dimas Kanjeng di Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Probolinggo