Rabu, 13 Mei 2026

Kuliner

Sayur Babanci, Makanan Khas Betawi yang Hampir Punah, Ini Penyebabnya

Hanya ada segelintir warung makan atau restoran yang masih menyediakan menu sayur babanci ini.

Tayang:
KOMPAS.COM/SILVITA AGMASARI
Sayur babanci 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sayur babanci adalah makanan khas Betawi yang hampir punah.

Sebab bahan-bahan dari sayur babanci terbilang sulit ditemui di masa sekarang.

Hanya ada segelintir warung makan atau restoran yang masih menyediakan menu sayur babanci ini.

Beruntung KompasTravel dapat mencicipi sayur babanci, di Historia Food & Bar pada acara "Expolore Kota Tua & The Taste of Dutch & Betawi Culinary" yang diadakan oleh Jakarta Food Adventure, Minggu (5/6/2016) di kawasan Kota Tua, Jakarta. 

"Sayur babanci ini adalah makanan yang membingungkan. Namanya sayur, tapi tak ada sayurnya dan rasanya malah mirip gulai, karena itu disebut sayur babanci," ungkap Adjie, pemandu dari Jakarta Food Adventure (JFA).

"Bisa disebut sayur galau," tambah Idfi, pemandu di JFA. 

Idfi menjelaskan jika selain versi pertama yang menyebut sayur babanci disorientasi nama, maka ada pula versi kedua nama sayur babanci.

"Konon karena sayur babanci ini awalnya dibuat oleh orang Tionghoa, jadi disebut baba dan cici," ungkap Idfi.

Mari lupakan perdebatan nama sayur babanci, yang pasti sayur ini harusnya tetap lestari di Betawi.

Sebab rasa sayur babanci sungguh lezat! Rasanya kaya akan rempah Indonesia, gurih, dan sedap.


Silvita Agmasari - Rempah rempah yang digunakan untuk membuat sayur babanci. 

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat sayur babanci antara lain jahe, serai, kapulaga, bunga bintang, cabe merah besar, asam jawa, kemiri, lengkuas, terasi, serundeng, petai, kelapa muda, dan masih banyak lainnya.  

Bisa dibilang, semangkuk sayur babanci adalah 'gudang' rempah Indonesia.

Rasanya hampir semua bumbu dapur masuk ke mangkuk Babanci.

Tapi sayang itulah kelebihan sekaligus kelemahan sayur babanci.

"Sayur babanci terbuat dari 21 bahan dan lima puluh persen bahan sekarang sulit didapat. Itulah mengapa sayur ini hampir punah" jelas Idfi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved