Semur Jengkol Sudah Biasa tapi Berani Gak Mencicipi Jus Jengkol? Begini Sensasinya
"Bisa pilih, Mbak. Mau jus jengkol original, jus kopi jengkol, bisa dikasih toppingsesuai selera. Bisa dikasih susu, topping keju, meises, atau toppin
Stevia mengatakan, penambahan kopi pada jengkol semata-mata untuk memberikan pilihan bagi mereka yang tak suka bau jengkol.
"Jadi, pakai kopi untuk mengurangi bau jengkol. Kan ada yang enggak suka bau jengkol, jadi kalau ditambah kopi enggak terlalu bau," kata dia.
Seperti Ini Rasanya...
Dua gelas jus jengkol sudah di tangan saya. Yang pertama kali saya rasakan adalah jus jengkol original.
Seruput sedikit, mencecap, demi bisa merasakan cita rasa jengkolnya. Dan, seruputan berikutnya membuat saya langsung menghabiskan sepertiga gelas!
Rasanya? Segar! Baunya? Ya bau jengkol! Tak ada yang aneh. Setidaknya, bagi saya yang penyuka jengkol.
Segarnya seperti es tebu, kalau Anda pernah merasakannya. Dengan takaran air, gula, dan jengkol yang pas, jus jengkol ini bikin ketagihan.
Menurut saya, bau jengkolnya juga tak terlalu kuat. Mungkin aromanya berkurang saat proses perebusan.
Lalu, bagaimana dengan kopi jengkol? Ternyata, benar seperti kata Stevia, aroma jengkol agak "kalah" dengan aroma kopinya.
Jika disuruh memilih, saya tetap memilih yang versi original.
Ide Jus Jengkol
Stevia mengatakan, ide menjual jus jengkol muncul saat UKM Srikandi diajak memeriahkan Pesta Jengkol dengan salah satu event-nya Lomba Kreasi Jengkol.
"Kebanyakan menu hanya menambahkan jengkol saja. Misalnya, mi ayam dikasih topping jengkol. Soto diberi topping jengkol. Kami ingin yang berbeda, menghadirkan jengkol sebagai bahan utamanya. Yang terpikir adalah jus jengkol ini. Sepertinya belum ada yang bikin," kata dia. (Kompas.com/Inggried)
Berita ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul: Seperti Ini Rasanya Jus Jengkol, Berani Coba?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/jengko_20180205_034500.jpg)