Berwisata Sambil Menimba Ilmu di Museum Nyamuk, Pangandaran

Museum Nyamuk berada di Kampung Babakan, Kecamatan Pangandaran, Jawa Barat.

Berwisata Sambil Menimba Ilmu di Museum Nyamuk, Pangandaran
KOMPAS.COM/CANDRA NUGRAHA
Museum Nyamuk berada di Kampung Babakan, Kecamatan Pangandaran. 

TRIBUNNEWS.COM, PANGANDARAN - Wisata di Pangandaran, Jawa Barat, tak hanya bisa menyambangi berbagai pantai dan menikmati keindahan alam.

Ada pilihan wisata edukasi di wilayah ini. Salah satu pilihannya, Museum Nyamuk Pangandaran. Museum ini berada di Kampung Babakan, Kecamatan Pangandaran.

Dari arah Ciamis atau Banjar, lokasinya tidak jauh sebelum Bundaran Marlin yang merupakan pintu gerbang masuk ke objek wisata Pantai Pangandaran. Pada bagian depan museum ini terdapat ikon yakni patung nyamuk raksasa.

"Kami tawarkan wisata ilmiah di Museum Nyamuk ini," kata Firda Yanuar, penanggung jawab wisata ilmiah dan museum, saat ditemui pada Sabtu (22/6/2019).

Museum ini dikelola Loka Litbangkes Pangandaran di bawah Badan Litbang Kesehatan Kementerian Kesehatan. Awalnya, yang bertugas di sini merupakan para peneliti yang meneliti tentang nyamuk.

Baca: Fakta dan Kronologi 3 Oknum Guru Berhubungan dengan 3 Siswi SMP, Pernah Pesta Seks di Lab Komputer

Firda menjelaskan, museum ini dijadikan tujuan wisata edukasi dan ilmiah untuk mengubah persepsi masyarakat bahwa hasil-hasil penelitian itu terlalu berat. Menurut dia, mereka hanya melihat penelitian dari sifat ilmiahnya saja.

Para peneliti di Loka Litbang Pangandaran berharap, dari hasil penelitiannya itu ada sesuatu yang bisa disampaikan kepada masyarakat tanpa melalui seminar maupun jurnal.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Indosiar Persib vs Madura United Liga 1 2019

Cara penyampaian itu melalui wisata edukasi. "Ini goal (tujuan) utamanya. Edukasi masyarakat," jelas Firda. Dia mengatakan, para peneliti tidak mau hasil penelitian hanya menjadi penghuni perpustakaan. Pihaknya berusaha memvisualisasikan apa saja yang bisa disampaikan.

"Biasanya masyarakat melihat nyamuk biasa saja. Kita ingin setelah ke sini masyarakat tahu nyamuk banyak jenisnya. Ternyata sebabkan penyakit A, penyakit B. Kemudian bagaimana caranya biar enggak kena nyamuk. Itu yang ingin kita edukasi. Jika lewat seminar kadang-kadang beda dengan visual," papar Firda.

Di kompleks museum ini terdapat insektarium, laboratorium, mini bioskop, perpustakaan, tompen (tanaman obat malaria dan pengusir nyamuk).

Halaman
12
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved