Rabu, 8 April 2026

Kisah Traveler Antimainstream yang Bertekad Kunjungi 100 Negara

Menjadi seorang pejalan atau traveler yang bisa mengelilingi puluhan negara tentu menjadi mimpi bagi setiap orang.

openworldmag.com
Foto ilustrasi. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjadi seorang pejalan atau traveler yang bisa mengelilingi puluhan negara tentu menjadi mimpi bagi setiap orang.

Tidak banyak traveler yang bisa mewujudkan impian tersebut, tapi bagi Eko Wahyudi hal itu bukan hanya mimpi. Eko adalah traveler asal Pontianak, Kalimantan Barat.

Dirinya telah menyinggahi 65 negara. Tidak hanya sekedar plesiran keliling dunia, dirinya justru mengunjungi destinasi yang anti mainstream.

Menurut Eko, tempat yang anti mainstream tersebut justru lebih menyuguhkan pemandangan yang cantik.

Baca: 6 Hotel Murah Dekat Festival Gandrung Sewu 2019,Harga di Bawah Rp 100 Ribu

Baca: Ketika Megawati Singgung Perannya Dalam Pemilihan Ketua MPR RI

Baca: Live Score UEA vs Timnas Indonesia, Peluang Garuda di Kualifikasi Piala Dunia 2022, Pantau di HP

"Tempat-tempat begitu malah lebih cantik. Dan orang banyak yang tidak tahu tempat tempat cantik," ujar Eko, di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (10/10/2019). 

Dirinya bercerita pengalamannya saat ingin terbang ke Rusia dari Hungaria. Namun, Eko memilih jalur yang tidak biasa dengan transit melalui negara Belarusia.

Eko mengungkapkan bahwa berdasarkan aturan diplomatik antar negara tidak memperbolehkan perjalanan ke Rusia melalui Belarusia. Akhirnya saat tiba di Bandara Minsk, Belarusia, dirinya tidak diperbolehkan untuk melanjutkan ke Rusia.

Eko wahyudii
Eko Wahyudi

Setelah berunding dengan otoritas setempat, akhirnya Eko baru bisa pergi setelah tinggal selama dua hari di bandara.

"Akhirnya berunding bisa, tapi tinggal di kedatangan 24 jam, di keberangkatan 24 jam jadi. Tapi gak boleh belanja, gak boleh makan," tutur Eko sambil terkekeh.

Menurut Eko, pengalamannya tinggal di Bandara Minsk seperti sosok Tom Hanks dalam film "The Terminal". Karena tidak boleh membeli makanan, Eko bahkan hingga memakan sisa makanan orang dan tidur di toilet bandara.

Menurut Eko, pengalaman dalam perjalanannya terjadi karena dirinya tidak melakukan riset atau survei lebih dulu sebelum menuju satu negara dengan istilah 'get lost'.

"Gw lebih nikmati 'Get Lost'. Survei kasar doang, cost, dan berapa transport. Masalah tempat nginap dan tujuan itu lihat disana saja," ungkap Eko.

Meski begitu negara yang paling berkesan baginya adalah India. Menurut Eko, India adalah negara yang komplit dengan banyaknya budaya dan hal-hal unik.

Bahkan dirinya setiap tahun mengunjungi India. Selain melakukan perjalan sendiri, Eko juga membuka usaha travel.

Namun tetap saja, Eko mengajak para kliennya untuk bepergian ke tempat yang tidak lazim. Dirinya bahkan pernah membuka destinasi ke Kashmir dan Israel, yang dikenal sebagai daerah konflik.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved