Selasa, 21 April 2026

Kunci Suksesan Industri Pariwisata, Khususnya Event Adalah Kolaborasi

Eent menjadi salah satu sektor pariwisata yang punya peluang besar untuk dikembangkan dan bernilai ekonomis cukup tinggi

Editor: Eko Sutriyanto
TRIBUNNEWS.COM/TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
Konser musik bertajuk Konser Indonesia Raya, Indonesia Kita, Kita Indonesia, sebagai Inisiator acara diantaranya, Hary Koko Deteksi, David, Mujib Hermani, Ajib Hamdani, Bayu Putra, Vera Tobing, Iis Rodinda, Tatang dan dimeriahkan oleh sekitar 75 artis pukau ratusan undangan yang hadir. Konser ini juga berbarengan dengan kampanye Gerakan Satu Juta Tumbler digelar di Auditorium RRI, Jakarta, Rabu (31/7/2019). TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pakar City Branding, Jakarta Tourism Forum, Silih Agung Wasesa mengatakan, salah satu kunci kesuksesan industri pariwisata, khususnya event adalah kolaborasi.

Salah satunya adalah semangat kolaborasi semua pihak, baik kalangan akademisi maupun praktisi.

“Sudah waktunya kita bicara soal collaborative event. Sehingga sebuah event besar bisa terselenggara dengan baik karena seluruh elemen ditangani oleh masing-masing ahli di bidangnya," kata Agung saat Event Talks bertajuk Tren Literasi Event Management di Indonesia di Universitas Prasetiya Mulya, belum lama ini.

Ia menyebut, tidak satu ahli pun bisa mengklaim mampu melakukan semua sendiri selain dengan kerjasama.

Vice President of Marketing Loket.com Mohamad Ario Adimas mengatakan, event menjadi salah satu sektor pariwisata yang punya peluang besar untuk dikembangkan dan bernilai ekonomis cukup tinggi di Indonesia adalah event.

Baca: Pariwisata Nusa Penida Berkontribusi pada Peningkatan Sektor Wisata di Provinsi Bali

Event adalah Kegiatan yang dilakukan sekelompok orang untuk suatu tujuan.

"Sayangnya ceruk menguntungkan itu belum banyak dilirik masyarakat," kata Ario.

Kemajuan teknologi dan pertumbuhan pengguna internet yang begitu pesat di Indonesia, industri event dewasa ini meningkat tajam.

Dari data yang terkumpul di perusahaan pengelola event itu tercatat event skala besar berkisar antara 300 hingga 400 event setahun.

"Secara keseluruhan, dilihat dari industri hiburan, tahun 2018 tercatat ada 5 ribu event lebih, yang terdiri dari 360 penayangan  film, dan 100 event per minggu," kata Ario.

Baca: Panduan Berkunjung ke HeHa Sky View Gunungkidul, Waktu Terbaik hingga Harga Tiket Masuk

Senada, Wakil Ketua Forum Program Studi MICE di Universitas Podomoro, Santi Palupi, meyakini bahwa perkembangan event, khususnya bidang MICE (meeting, incentive, conference, and exhibitions) begitu pesat, sehingga peluang siapa pun untuk menjadi wirausaha bidang event masih begitu besar.

“Di Indonesia, universitas atau sekolah tinggi yang memiliki program studi MICE itu hanya 5 perguruan tinggi. Sisanya hanya melekat dalam bentuk konsentrasi bidang ilmu atau mata kuliah pariwisata, misalnya perhotelan, usaha perjalanan wisata, atau manajemen pariwisata. Jadi MICE itu masih ‘barang langka’. Itu artinya peluangnya masih banyak,” ungkap Santi.

 President of APIEM (Asia Pacific Institute for Events Management) Prof. David Hind, meyakini bahwa pendalaman ilmu pariwisata khususnya event begitu penting untuk praktisi industri pariwisata.

Untuk itu, salah satu yang digalakkan APIEM di Asia Pasifik adalah menawarkan standarisasi event berskala internasional, khususnya bagi penyelenggara event setingkat manajer.

Baca: Samsung Employee Volunteer 2019 Mengecat Ulang Kampung Pelangi Kamal Muara untuk Gaet Wisatawan

“Untuk standarisasi event misalnya, saya menulis sebuah buku berjudul International Best Practice in Event Management. Buku ini bisa dimanfaatkan para mahasiswa bidang event untuk mendalami lebih detil bagaimana sebuah manajemen event sebaiknya dijalankan,”  katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved