Breaking News:

Eks Lahan Tambang Timah Disulap Jadi Kawasan Agrowisata, Semula Gersang Berubah Jadi Asri

PT Timah Tbk telah mereklamasi 25 hektare lahan tambangnya yang berada di laut, atau 76 persen dari target tahunan pada 32,8 hektare.

Editor: Choirul Arifin
Tribun/Willy
Wahana agrowisata Desa Selingsing, Belitung Timur, di atas bekas lahan tambang timah seluas 17,7 hektare. 

Riza juga menegaskan sama sekali tidak menolerir praktik penambangan ilegal.

Sebab hal tersebut lanjutnya justru merugikan banyak pihak. "Kami sama sekali tidak menolerir ilegal mining. Yang rugi kita sendiri," ujarnya.

Baca juga: Pemerintah: Bali Siap Terima Wisatawan Mancanegara

Kepala Desa Selingsing, Hariyanto menyebut dengan adanya reklamasi eks lahan tambang dijadikan kawasan agrowisata bisa menjadi pemasukan untuk BUMDes.

Rencananya lanjut Hariyanto bagi wisatawan yang nanti berkunjung ke agrowisata Selingsing akan ditarik biaya tiket masuk sekitar Rp 5000.

Untuk saat ini bagi masyarakat yang berkunjung ke agrowisata Selingsing belum ditarik ongkos alias gratis.

"Nanti kita akan tarik tiket masuk per orang sekitar Rp 5000," kata Hariyanto.

Saat Tribun berkunjung kawasan agrowisata Desa Selingsing terlihat sangat hijau.Kesan gersang bekas lahan tambang sudah tidak terlihat lagi.

Banyak tanaman produktif yang ditanam di lokasi tersebut seperti durian, buah naga. Ada juga program pembibitan yang dilakukan. 

Spot-spot menarik juga tersedia seperti dermaga danau buatan, parabolic shelter dan fishing vila. Spot PLTS 10 kwp juga dibangun untuk kebutuhan listrik di lokasi itu. 

Pemandangan serupa juga terlihat di Kampoeng Reklamasi Air Jangkang yang berada di Bangka. Di lokasi tersebut bahkan lebih lengkap karena ada lokasi penangkaran hewan.

Suasananya pun mirip di kebun binatang. Hewan-hewan yang ada di Kampoeng Reklamasi Air Jangkang adalah hewan-hewan yang telantar dan menjadi korban karena habitatnya hilang digusur.

Bahkan di Air Jangkang ada lokasi penangkaran buaya. Buaya-buaya dipelihara di sebuah kolam yang disulap menjadi sebuah mini rawa.

Buaya-buaya tersebut diamankan karena pernah menyerang manusia. (Willy Widianto)

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved