Dayak Coffee, Paduan Kopi dan Tanaman Herbal Khas Kalimantan Tengah

Dayak Coffee, sebuah kopi khas Kalimantan Tengah yang dipadukan dengan tumbuhan herbal khas Kalteng diperkenalkan dalam Festival Kopi Tanah Air 2022

Editor: Adi Suhendi
Tribunnews.com/ Mario Christian Sumampow
Seorang penjaga di Stand Kopi Kalimantan Tengah yang ikut Festival Kopi Tanah Air 2022 memegang satu produk Dayak Coffee di sebelah tumbuhan-tumbuhan herbal yang jadi campuran dalam Dayak Coffee, Minggu (20/5/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Mario Christian Sumampow

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dayak Coffee, sebuah kopi khas Kalimantan Tengah (Kalteng) yang dipadukan dengan tumbuhan herbal khas Kalteng diperkenalkan dalam Festival Kopi Tanah Air 2022 di Parkir Timur Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta.

Dedi Setiadi seorang perwakilan stand kopi Kalteng mengatakan kepada Tribunnews.com ada tiga jenis tanaman herbal yang masing-masingnya dipadukan dalam kopi sehingga menjadi Dayak Coffee.

Adapun tanaman herbal tersebut adalah kayu Bajakah, Sintuk Madu, dan Pasak Bumi.

"Nah itu kan semuanya yang bercampur dengan herbal alam Kalimantan. Itu juga yang membedakan kita dari kopi-kopi yang ada. Kita mencampur bahan bahan herbal dalam kopi kita. Tapi tidak menghilangkan rasa kopi itu," jelas Dedi, Minggu (29/5/2022).

Dijelaskan lebih lanjut, Kayu Bajakan merupakan sebuah tanaman yang berasal dari pedalaman hutan Kalimantan, digunakan sejak lama oleh Suku Dayak yang merupakan suku asli Kalimantan untuk mengobati berbagai macam penyakit.

Baca juga: Mengenal Sirup Batu Mandi, Minuman Khas Kalimantan Selatan Perpaduan Rasa Kopi dan Buah-buahan

Kemudian Sintuk madu adalah sebuah tanaman liar yang tumbuh di hutan hujan tropis.

Ratusan tahun dipercaya Suku Dayak sebagai obat alami dan penambah stamina, terutama untuk perempuan pasca melahirkan.

Lalu yang terakhir adalah Pasak Bumi, tanaman yang tumbuh di pedalaman hutan Kalimantan yang juga sudah dipercaya oleh Suku Dayak selama ratusan tahun sebagai obat herbal untuk stamina pria.

"Pasak Bumi juga punya ribuan health benefit dan dipercaya untuk melawan kanker dan juga sebagai anti oksidan," ucap Dedi.

Dayak Coffee ini sendiri menggunakan biji kopi Excelsa.

Biji kopi yang jumlahnya sangat sedikit di Indonesia.

Baca juga: Hasto Kristiyanto: Ayo Berdikari dengan Kopi

Excelsa punya keunikan sendiri, dijelaskan lebih lanjut oleh Dedi, biji kopi Excelsa memiliki tingkat keasaman sangat rendah begitu juga dengan kafeinnya.

"Rekor sekarang dipegang Excelsa untuk jenis kopi yang punya kadar kafein paling rendah. Sebelumnya kan dipegang sama Arabaica. Excelsa ini ternyata lebih rendah lagi dibandingkan Liberika. Kopi ini sangat cocok bagi orang yang punya asam lambung atau mau kopi yang kadar kafeinnya rendah," ujar Dedi.

Di Kalteng, biji kopi untuk Dayak Coffee ditanam di Tumbang Jutuh, desa di wilayah Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah, Indonesia dengan ketinggian 400 meter di atas permukaan laut (MDPL).

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved