Astindo Prediksi Minat Wisatawan ke Pulau Komodo Turun karena Naiknya Harga Tiket Masuk

ASTINDO memperkirakan minat wisatawan berkunjung ke Taman Nasional Komodo turun kiarena lonjakan tarif tiket masuk yang dipatok Rp 3,75 per pengunjung

Tribunnews/Irwan Rismawan
Wisatawan melakukan trekking di Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Minggu (28/3/2021). Ketua DPP Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Pauline Suharno memproyeksikan minat wisatawan berkunjung ke Taman Nasional (TN) Komodo akan menurun lantaran kenaikan biaya masuk ke Pulau Padar dan Pulau Komodo menjadi Rp 3,75 juta per orang per tahun mulai 1 Agustus 2022 ini. Tribunnews/Irwan Rismawan 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Pauline Suharno memproyeksikan minat wisatawan berkunjung ke Taman Nasional (TN) Komodo akan menurun lantaran kenaikan biaya masuk ke Pulau Padar dan Pulau Komodo menjadi Rp 3,75 juta per orang per tahun mulai 1 Agustus 2022 ini.

"Harga naik sudah pasti mempengaruhi (kunjungan). Tarif Rp 3,75 juta berlaku setahun, turis mana yang dalam setahun bolak balik berkunjung ke TN Komodo," ujar Pauline saat dihubungi Tribunnews, Senin (1/8/2022).

Kenaikan biaya masuk itu, menurut Pauline, membuat agen travel harus mengkalkulasi ulang harga paket perjalanan ke TN Komodo.

Menurutnya, saat ini paket termasuk biaya tiket pesawat pergi pulang, biaya penginapan di kapal, serta biaya masuk TN Komodo pada kisaran Rp12-15 juta.

"Sekarang dengan kenaikan harga tiket masuk, travel agent harus kalkukasi ulang dan menaikkan harga penawaran," kata Pauline.

Padahal, ucap Pauline, para agen travel sudah lebih dulu menjual paket perjalanan tersebut. Sehingga, komitmen yang ada antara penjual dan pembeli harus berubah.

Baca juga: Akademisi Kritik Tarif Masuk TN Komodo Rp 3,75 Juta: Tak Ada Kaitan Biaya Masuk dengan Konservasi

Apalagi, wisatawan nusantara (wisnus) maupun mancanegara (wisman) biasanya sudah merencanakan perjalanan dengan anggaran tertentu.

"Menyulitkan bagi para pelaku travel yang sudah berkomitmen menjual paket wisata kepada turis. Patut diingat wisman wisnus ini merencanakan perjalanan sudah dengan anggaran tertentu, jadwal tertentu," tutur Pauline.

Seharusnya, jika pemerintah ingin fokus terhadap konservasi, pulau inti di TN Komodo saja yang ditutup. Namun, pulau-pulau lainnya tetap bisa dikunjungi dengan biaya masuk yang relatif terjangkau bagi para pelancong.

Baca juga: Peluncuran Aplikasi Manajemen Kunjungan ke Komodo Ditolak Warga, Apa Tanggapan Sandiaga?

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved