Kamis, 28 Mei 2026

Lokal Asri

Wisata Ramadan Berkesan di Kampung Adat Mahmud: Religi, Budaya, dan Alam yang Lestari

Kampung Adat Mahmud tidak hanya menawarkan nilai spiritual, tetapi juga mengedepankan konsep ramah lingkungan yang tetap terjaga.

Tayang:
Editor: Content Writer
dok. Tribun Jabar
WISATA RELIGI RAMADAN - Lokasi makam Eyang Dalem Abdul Manaf di Kampung Adat Mahmud, Desa Rahayu, Kabupaten Bandung. Kampung ini tidak hanya menawarkan nilai spiritual, tetapi juga mengedepankan konsep ramah lingkungan yang tetap terjaga. 

TRIBUNNEWS.COM - Bulan Ramadan merupakan waktu yang penuh berkah. Selain menjalankan ibadah seperti berpuasa, salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan bersedekah, banyak orang juga memanfaatkan momen ini untuk memperdalam pengalaman spiritual dengan mengunjungi destinasi wisata religi.

Salah satu destinasi wisata religi yang bisa dipertimbangkan adalah Kampung Adat Mahmud. Berlokasi di Desa Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, kampung ini tidak hanya menawarkan nilai spiritual, tetapi juga mengedepankan konsep ramah lingkungan yang tetap terjaga.

Sekilas tentang Kampung Adat Mahmud

Kampung Adat Mahmud merupakan sebuah pemukiman tradisional yang masih menjaga nilai-nilai leluhur, baik dari segi budaya, agama, maupun lingkungan. Kampung ini dikenal sebagai tempat yang memiliki jejak sejarah Islam kuat, sehingga cocok untuk dikunjungi selama bulan Ramadan.

Secara historis, Kampung Adat Mahmud yang terletak di tepi Sungai Citarum ini dikenal sebagai pusat penyebaran Islam di wilayah Priangan atau Bandung oleh Eyang Dalem Abdul Manaf. Beliau sendiri merupakan keturunan ketujuh dari Syarif Hidayatullah, yang lebih dikenal sebagai Sunan Gunung Jati.

Menurut cerita yang berkembang, kawasan ini dulunya berupa rawa. Kemudian, Eyang Dalem Abdul Manaf menciptakan Kampung Adat Mahmud dengan membawa segenggam tanah dari Mekah. Berkat karomahnya, tanah dari Mekah tersebut secara ajaib menutupi rawa-rawa di sekitar Sungai Citarum, sehingga daerah ini pun diberi nama Kampung Adat Mahmud.

Mengedepankan konsep ramah lingkungan

Salah satu hal menarik dari Kampung Adat Mahmud adalah konsepnya yang tetap menjaga kelestarian alam dan menerapkan prinsip hidup berkelanjutan. Berikut beberapa hal yang membuat Kampung Adat Mahmud juga dikenal sebagai destinasi wisata ramah lingkungan.

1. Arsitektur Tradisional Berbahan Alami

Rumah-rumah di Kampung Adat Mahmud masih mempertahankan arsitektur khas Sunda dengan bahan-bahan alami seperti kayu dan bambu. Penggunaan bahan ramah lingkungan ini tidak hanya memberikan kesan tradisional, tetapi juga mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan.

Baca juga: Kampung Ondomohen: Transformasi dari Kawasan Kumuh jadi Kampung Wisata Berwawasan Lingkungan

2. Tanpa Penggunaan Listrik Berlebihan

Kampung ini mengedepankan pola hidup sederhana dengan minim penggunaan listrik. Ini sejalan dengan konsep ramah lingkungan dan mengurangi jejak karbon.

3. Pengelolaan Sampah yang Baik

Warga Kampung Adat Mahmud terbiasa mengelola sampah secara mandiri. Sampah organik dimanfaatkan sebagai kompos, sedangkan sampah anorganik dikelola agar tidak mencemari lingkungan.

4. Pertanian Alami

Halaman 1/2

Artikel ini merupakan bagian dari inisiatif Lokal Asri yang berfokus pada lokalisasi nilai-nilai tujuan pembangunan berkelanjutan. Pelajari selengkapnya!

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved