Blog Tribunners
Sejarah Abjad Yang Harus Anda Ketahui
Sekarang manusia tidak lagi menggambar untuk bertukar informasi. Peran gambar digantikan oleh sekumpulan huruf atau lambang bunyi. Masing-masing bunyi

TRIBUNNERS - Awalnya manusia menulis dengan menggunakan gambar, berupa gambar-gambar kecil tentang berbagai hal yang ingin di ungkapkan.
Kegiatan ini memakan waktu lama, karena terdapat aneka gambar untuk tiap kata.
Sekarang manusia tidak lagi menggambar untuk bertukar informasi. Peran gambar digantikan oleh sekumpulan huruf atau lambang bunyi. Masing-masing bunyi merupakan bagian dari satu kata.
Manusia dapat menghasilkan sekitar 35 bunyi yang berbeda-beda dalam pengucapannya. Karena abjad membutuhkan paling tidak 35 huruf untuk menuliskan kata.
Sejarah Abjad Modern
Bangsa Fenisi yang hidup sekitar 3.00 tahun lalu di Suriah menciptakan abjad modern yang pertama.
Ajad ini kemudian di adaptasi oleh bangsa Yunani Kuno, dan di kembangkan oleh bangsa Romawi. Ajad Romawi (latin) kini secara luas digunakan untuk seluruh penjuru dunia.
Abjad Latin
Abjad Latin merupakan salah satu abjad yang ada di dunia.
Banyak bahasa lain menggunakan lambang yang berbeda untuk mewakili bunyi yang sama dengan abjad Latin.
Pembaca Jepang mulai membaca dari sisi kanan ke sisi kiri atau dari atah atas ke bawah halaman.
Abjad Latin memiliki 26 huruf.
Abjad ini digunakan dalam berbagai bahasa. Misalnya bahasa Inggris, Eropa, dan sebagian bahasa Timur Jauh, seperti pada bahasa Indonesia dan Vietnam.
Huruf Besar dan Huruf Kecil
Abjad Latin awalnya menggunakan huruf besar (kapital). Huruf kecil mulai muncul setalah abad ke-8.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.