Kamis, 28 Mei 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Tugas Berat Sudah Menanti Kepala BIN yang Baru

Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai mata dan telinga Presiden mempunyai tugas dan fungsi yang sangat penting dan mendasar.

Tayang:
Tribunnews.com/ Muhammad Zulfikar
Ketua DPR RI Ade Komarudin menunjukan surat usulan Presiden Jokowi yang menunjuk Komjen Pol BVudi Gunawan untuk menjadi Kepala BIN. 

Muaranya jelas, ancaman terhadap kepentingan nasional. Sementara proyek perebutan berlimpahnya kekayaan SDA Indonesia oleh negara-negara maju dunia masih terus berjalan.

Indonesia sendiri sangat potensial hanya dijadikan pasar terbesar di kawasan ASEAN.

Mengingat luasnya cakupan dan semakin seriusnya pergeseran lingkungan strategis tersebut maka tugas dan fungsi Badan Intelejen Negara semakin berat.

Sementara operasionalisasi dari visi Nawacita juga membutuhkan kerja-kerja ekstra dan luar biasa.

Maka Presiden Jokowi mutlak membutuhkan pembantu seorang Kepala BIN yang jelas-jelas berpengalaman di bidangnya serta hanya mempunyai single client.

Tidak bisa ditawar-tawar! Dengan dasar semangat revolusi mental Presiden selayaknya bisa mempertimbangkan secara matang sosok pembantu strategisnya itu demi kepentingan bangsa dan negara.

Jabatan Kepala BIN merupakan jabatan yang sangat strategis, bukan sekedar bagi-bagi jabatan untuk yang tidak berpengalaman.

Apalagi yang jelas-jelas terafiliasi dengan partai politik tertentu, atau terbukti selama ini kurang efektif dan bisa jadi menyimpang dari tupoksinya.

Penulis: Iwan Adi Kusuma/Koordinator Forum Komunikasi

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved