Tribunners / Citizen Journalism

Kementan Lepas Varietas Cabai Unggul Hasil Bioteknologi

Cabai merupakan salah satu dari tujuh komoditas pangan stategis yang memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia karena fluktuasi harganya dapat mempe

Kementan Lepas Varietas Cabai Unggul Hasil Bioteknologi
ISTIMEWA
Cabai merupakan salah satu dari tujuh komoditas pangan stategis yang memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia karena fluktuasi harganya dapat mempengaruhi inflasi. Produksi cabai meningkat pesat terutama setelah adanya Program Upaya Khusus (Upsus) sejak 2015. Bahkan saat ini kita sudah mampu mengekspor. 

Siaran pers Kementan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Cabai merupakan salah satu dari tujuh komoditas pangan stategis yang memiliki nilai ekonomi penting di Indonesia karena fluktuasi harganya dapat mempengaruhi inflasi. Produksi cabai meningkat pesat terutama setelah adanya Program Upaya Khusus (Upsus) sejak 2015. Bahkan saat ini kita sudah mampu mengekspor.

Baca: PDIP Bukan Sekadar Partai Yang Mencalonkan Kepala Daerah Karena Elektabilitas

Meskipun demikian, upaya perbaikan teknologi perlu terus dilakukan. Produktivitas cabai di Indonesia saat ini ini masih rendah sekitar 8-9 ton/hektar dibanding dengan potensi hasilnya. 

Karena itu,  perlu upaya untuk memacu peningkatan produktivitas dan mutu melalui perbaikan sifat ketahan varietas cabai terhadap penyakit virus, khususnya virus belang dan gemini, yang menjadi kendala utama peningkatan produktivitas.

Baca: Anita Farida Ingin Pernikahannya dengan Abdee Slank Dipisahkan Kematian, Bukan Orang ketiga

Di banyak sentra produksi cabai di Indonesia, serangan penyakit virus belang dapat menyebabkan banyak kehilangan hasil panen.

Penyakit ini disebabkan oleh empat jenis virus yang berbeda, yaitu Cucumber Mosaic Virus (CMV), Chili Veinal Mottle Virus (ChiVMV), Potato Virus Y (PVY), dan Tobacco Mosaic Virus (TMV). Keempat jenis virus tersebut ditularkan oleh kutu daun (Aphids), sehingga epideminya dapat berlangsung secara cepat.

Serangan virus belang, khususnya yang disebabkan oleh ChiVMV, semakin penting karena prevalensi penyakit ini di sentra-sentra produksi cabai di Indonesia terus meningkat dari waktu ke waktu. Tanaman cabai yang terinfeksi menunjukkan gejala daun belang-belang hijau gelap, leaf cupping, epinasti, dan nekrosis.

Baca: Tjahjo Mengaku Sudah Ingatkan Irwandi Jusuf Sebelum Ditangkap KPK

Jika infeksi terjadi pada fase pertumbuhan awal, ukuran daun mengalami distorsi, pertumbuhan tanaman terhambat, produksi buah menjadi sedikit, dan ukuran buah pun lebih kecil.

Aphid spp sebagai serangga vektor virus ChiVMV yang aktif pada siang hari sangat efektif untuk menularkan virus dari satu tanaman ke tanaman lain.

Baca: Tjahjo Mengaku Sudah Ingatkan Irwandi Jusuf Sebelum Ditangkap KPK

Dengan demikian tidak heran jika di sentra-sentra produksi cabai, serangan virus belang terjadi secara merata dengan intensitas serangan sangat tinggi.

Halaman
12
Editor: Samuel Febrianto
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved