Tribunners / Citizen Journalism

Kejar Setoran Pemilu

Bak sopir bajaj, mereka kejar setoran untuk Pemilu 2019, sehingga rambu-rambu pun dilanggar.

Kejar Setoran Pemilu
Ist for ribunnews.com
Sumaryoto Padmodiningrat. 

Mengapa legislator “akrab” dengan korupsi? Seperti disinyalir berbagai pihak, termasuk KPK bahkan Romy sendiri, karena politik di Indonesia berbiaya tinggi atau high cost politics.

Untuk biaya kampanye resmi saja sudah cukup besar, misalnya survei, pasang spanduk, baliho, iklan di media massa, tim sukses dan sebagainya.

Belum lagi biaya kampanye tak resmi, misalnya money politics (politik uang) untuk “serangan fajar” yang unlimited (tak terbatas) jumlahnya.

Mengapa money politics begitu marak di Indonesia? Salah satu pemicunya adalah saling tidak percaya antara wakil rakyat dan rakyat yang diwakilinya. Mengapa itu terjadi?

Pertama, banyak wakil rakyat yang tidak aspiratif. Kedua, kinerja atau produktivitas DPRD/DPR RI sangat rendah.

Ketiga, banyak wakil rakyat yang terlibat korupsi. Politik uang pun dijadikan sarana rakyat untuk “balas dendam” terhadap wakil-wakilnya. Kalau tidak sekarang (jelang pemilu), kapan lagi?

Lalu, berkembanglah anekdot-anekdot seperti “NPWP” (nomer pira wani pira/nomor berapa, berani berapa), “RRI” (rono-rene iya/ke sana ke sini iya) atau “KKO” (kanan kiri oke).

Bahkan menjelang Pemilu 2014 lalu, di sebuah daerah di Jawa Tengah sempat terpasang spanduk bertuliskan, “Di sini menerima serangan fajar”.

Artinya, money politics yang dilarang hukum dan diharamkan agama, sudah dianggap tidak tabu lagi. Di Sumatera ceritanya lebih parah lagi.

Tak hanya legislatif, jabatan ekskutif pun high cost politics, bahkan nominalnya jauh lebih besar lagi. Sejak pemilihan kepala daerah (pilkada) degelar secara langsung tahun 2004 atau sejak era otonomi daerah, banyak kepala daerah terlibat korupsi.

Halaman
1234
Editor: Hasanudin Aco
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved