Tribunners / Citizen Journalism

'Cinta Segitiga' Dua Jenderal

Didampingi Kepala BPBD Palopo, Anthonius Dengen, Judas Amir bercerita kondisi Palopo yang acap dilanda banjir dan longsor.

'Cinta Segitiga' Dua Jenderal
Ist/Tribunnews.com
Kepala BNPB Doni Monardo (kiri). 

Doni menanyakan keadaan pohon-pohon yang pernah ditanamnya.

Taufiq pun mengabarkan berita baik, bahwa pohon-pohon yang ditanamnya, masih terawat dengan baik.

Sekaligus ia mewartakan ihwal penanaman trembesi di daerah-daerah lain.

Yang menarik, saat Doni bertanya "kabar pohon" ekspresinya seakan akan menanyakan tentang kabar sanak keluarganya, padahal Doni "hanya" bertanya tentang pohon.

Jika Doni Monardo bercerita ihwal penanaman trembesi di mana pun ia bertugas. Termasuk di Yonif Linud 432 Kostrad Kariango Sulsel, di Bogor saat menjabat Danrem Surya Kencana, maupun di Maluku dan Jawa Barat saat menjabat Pangdam.

Jejak-jejak trembesi Doni bahkan bercokol di sekitar bandara Praya Lombok, sekitar bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, dan lain-lain.

Tahukah Anda, jejak-jejak yang sama juga ditorehkan oleh Marga Taufiq, yang sebelum menjabat Pangdam Pattimura adalah Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad itu.

Ia menanam trembesi di Palopo dan sekitarnya, saat dirinya menjabat Dandim 1403 Sawerigading, tahun 2005.

Penugasan pun bergeser menjadi Dandim 1408 Makassar. Lagi-lagi, di bumi kelahirannya, ia pun giat menanam trembesi.

“Di lapangan Karebosi, pohon trembesi disebut ‘pohon Pak Doni’, beliau yang menanam saat bertugas di Kostrad Kariango. Saya juga menanam trembesi di Karebosi, tetapi yang banyak di beberapa ruas jalan serta di sekitar stadion Mattoanging,” ujar Marga Taufiq suatu hari.

Hingga suatu hari, tanggal 12 Agustus 2019 lalu ia diundang ke kota Palopo untuk menerima pemberian gelar adat dari Datu Luwu di Istana Luwu. Lagi-lagi, kesempatan itu pun digunakan antara lain untuk menanam pohon trembesi.

“Saya pernah punya pengalaman mengesankan saat Dandim di sana. Waktu itu saya dapat tugas sebagai manajer sepakbola PS GASPA yang berlaga di Divisi I PSSI. Sebagai warga kehormatan, saya ingin menghidupkan lagi sepakbola di sana,” kata Taufiq.

Kembali ke persoalan cinta segitiga Doni - Taufiq - Trembesi.

Mengapa keduanya begitu cinta trembesi?

Pemilihan ini bukan tanpa alasan, karena terdapat berbagai keunggulan. Antara lain, trembesi bermanfaat bagi lingkungan terutama membantu reboisasi hutan maupun untuk penghijauan.

Terkenal dengan kemampuan daunnya yang mampu menyerap CO2 secara maksimal.

Pohon ini merupakan salah satu pohon yang dapat memperbaiki kualitas udara di sekelilingnya.

Akar trembesi juga bermanfaat menyerap air tanah di sekitarnya secara maksimal, sehingga mendukung persediaan cadangan air tanah bagi lingkungan di sekitar.

Daunnya pun cukup rindang dan membantu melindungi dari sinar matahari.

Kayu trembesi atau dalam bahasa jawa disebut kayu mindhik juga dapat digunakan sebagai bahan bangunan.

Biji trembesi yang disebut mindhik, siter, atau godril juga dapat dimanfaatkan sebagai makanan ringan atau camilan.

Bijinya berkhasiat sebagai obat pencuci perut dengan cara meminumnya dengan air hangat.

Akar trembesi dipercaya dapat mencegah risiko kanker.

Caranya adalah dengan menambahkan ekstrak akar trembesi ke air mandi.

Sementara daunnya, memiliki manfaat untuk mengobati penyakit kulit seperti gatal-gatal. Serta ekstrak daunnya juga memiliki kemampuan untuk menghambat perkembangan mikrobakterium tuberculosis yang menjadi penyebab sakit perut.

Menurut penelitian, pohon trembesi mampu menyerap karbondioksida sebesar 28.442 kg per pohon setiap tahunnya.

Lebih dari segalanya, ia berumur panjang, bisa lebih 100 tahun.

Sebelum menyudahi perbi cangan, Doni meminta Judas Amir agar mengirimkan foto foto trembesi di kota Palopo. Selang beberapa jam foto foto itu saya perlihatkan kepada mantan komandan paspampres itu.

"Beritahu Pak Walikota agar pohonnya dirawat, pangkas ranting rantingnya agar tetap indah," sebuah pesan yang penuh cinta kepada sang pohon trembesi di Palopo.

Editor: Hasanudin Aco
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved