Tribunners / Citizen Journalism

Jalan Tengah Untuk FPI

Kemenag dan Kemendagri memiliki tugas pokok berbeda dan masing-masing harus sama-sama diyakinkan.

Jalan Tengah Untuk FPI
Istimewa
KH. Imam Jazuli, Lc. MA, Alumnus Univeraitas al Azhar Mesir, Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Wakil Ketua Rabithah ma'ahid Islamiyah- asosiasi pondok pesantren se Indonesia- Pengurus Besar Nahdlatul ulama (PBNU) periode 2010-2015. 

Jalan Tengah Untuk FPI

Oleh KH. Imam Jazuli, Lc., M.A.*

Makna demokrasi adalah berpendapat dengan kepala dingin. FPI memang telah mampu menaklukkan hati Fachrul Razi (Kemenag), sehingga SKT terbit.

Namun hal itu bukan berarti Tito Karnavian (Kemendagri) tidak boleh mengutarakan pemikiran dan pendapat instansinya. Kemenag dan Kemendagri memiliki tugas pokok berbeda, dan keduanya harus sama-sama diyakinkan.

Berdemokrasi yang baik memang membutuhkan kesabaran. Tidak saja Kemenag dan Kemendagri, Kemenko Polhukam yang digawangi Prof. Mahfud MD pun butuh diyakinkan, sejauh mana komitmen FPI terhadap empat pilar kebangsaan sekaligus keamanan-ketertiban di dalam negeri.

Apalagi Menko Polhukam mengatakan bahwa setiap warga punya hak berserikat dan berpendapat, termasuk FPI.

Selain terkait izin pemerintah, FPI juga harus mengerti bahwa di luar sana ada masyarakat luar.

Memang benar, FPI telah mendapat dukungan politik dari Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Tetapi, Wasekjen PPP Achmad Baidowi tidak seoptimis Mardani dalam melihat kesetiaan FPI pada kontrak politik dengan Kemenag. Wasekjen PPP mendorong Kemendagri jauh lebih teliti dibanding Kemenag.

Bgi Baidowi, NKRI Bersyariah dari FPI tidak serupa dengan NKRI Bersyariah dari PPP. Penerapan konsep-konsep FPI sering tidak cocok dengan kultur masyarakat dan membawa masalah.

Baidowi pun menaruh harap agar Kemendagri tidak gegabah seperti Kemenag yang terlanjur memberi legacy bahwa FPI sudah sangat Pancasilais.

Orang-orang elite baik di pemerintahan maupun di partai politik pasti punya logikanya sendiri dalam menolak FPI.

Halaman
123
Editor: Husein Sanusi
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved