Tribunners / Citizen Journalism

Kuda Troya Itu Bernama Firli Bahuri?

Kini, jangan berharap KPK akan banyak melakukan operasi tangkap tangan yang merupakan buah dari penyadapan.

Kuda Troya Itu Bernama Firli Bahuri?
Ist/Tribunnews.com
Karyudi Sutajah Putra. 

Sejak 2004 hingga 2019, terdapat 124 kepala daerah terjerat korupsi.
Tidak itu saja, puluhan menteri juga terjerat korupsi. Eksekutif dibuat frustrasi.

KPK juga tidak pernah takut dengan partai politik penguasa. Semasa Susilo Bambang Yudhoyono menjabat Presiden RI, Bendahara Partai Demokrat M Nazaruddin, Menteri Pemuda dan Olah Raga Andi Mallarangeng yang juga Ketua DPP Partai Demokrat, bahkan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dikerangkeng KPK.

Ketika Joko Widodo menjabat Presiden RI, dua anggota DPR RI dari PDIP, yakni Adriansyah dan Nyoman Dhamantra, bahkan Menpora Iman Nahrawi dicokok KPK.

Calon anggota DPR RI dari PDIP Harun Masiku dan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dikabarkan nyaris ditangkap KPK.

Untungnya, ada invisible hands yang diduga melindungi mereka, dan juga Ketua KPK sudah berganti dari Agus Rahardjo ke Firli Bahuri.

Legislatif dan eksekutif kemudian "bersekongkol" melemahkan KPK. Pertama, secara diam-diam merevisi Undang-Undang (UU) KPK, dari UU No 30 Tahun 2002 menjadi UU No 19 Tahun 2019.

Baca: Bambang Widjojanto: Kompol Rossa Disingkirkan Ketua KPK

Dengan UU yang baru ini, KPK menjadi lame duck (bebek lumpuh), karena punya Dewan Pengawas yang harus dimintai izin bila hendak melakukan penyadapan, dan dapat menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

Legislatif dan eksekutif juga "bersekongkol" meloloskan Firli Bahuri menjadi Ketua KPK. Padahal, mantan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Sumatera Selatan ini sosok kontroversial.

Semasa menjabat Deputi Penindakan KPK, misalnya, Firli diduga bertemu pihak yang sedang berperkara dengan KPK, yakni Muhammad Zalinul Majdi semasa pria berjuluk Tuan Guru Bajang ini menjabat Gubernur NTB.

Pimpinan KPK saat itu menyatakan Firli melanggar kode etik.

Halaman
123
Editor: Hasanudin Aco
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved