Tribunners / Citizen Journalism
Gus Awis, Penerus Ulama Nusantara di Jazirah Arab
Gus Awis melanjutkan tradisi ulama Nusantara yang menulis khazanah ilmu Islam dengan menggunakan bahasa Arab.
Maka tidaklah berlebihan bila penulis mengatakan "Gus Awis termasuk mutiara NU yang terpendam", patut dibanggakan dan layak dijadikan teladan generasi NU milenial. Wallahu'lam bishwab.
*Penulis adalah alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kh-afifudin-dimyathi.jpg)