Tribunners / Citizen Journalism
Habis Munir, Terbitlah Novel
Habis Munir, terbitlah Novel. Setelah Munir Said Thalib, kini giliran Novel Baswedan muncul sebagai ikon perlawanan
Floyd menjadi simbol perlawanan terhadap kezaliman dan ketidakadilan pemerintah AS.
Novel pun bukan sosok yang bersih-bersih amat. Lihat saja "track records" atau rekam jejaknya saat menjabat Kepala Satuan Reserse Polresta Bengkulu tahun 2004.
Saat menangani kasus pencurian sarang burung walet, Novel diduga melakukan kekerasan yang berujung kematian salah seorang tersangka.
Kini, publik agaknya abai akan sisi gelap Novel itu.
Ia dicitrakan sebagai pahlawan. "Playing victim" atau politik seolah-olah menjadi korban pun dimainkan pihak-pihak tertentu.
Apalagi Novel adalah sepupu Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta yang dikonotasikan sebagai simbol "perlawanan" terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Jika akhirnya terdakwa kasus Novel divonis 1 tahun penjara atau lebih ringan atau bahkan bebas murni, perlawanan terhadap Presiden Jokowi diyakini akan kian kencang disuarakan, meski pengadilan itu wilayah yudikatif, bukan eksekutif.
Publik tahunya Presiden Jokowi tak berbuat apa pun melihat kezaliman dan ketidakadilan yang menimpa Novel.
Kasus-kasus pelanggaran HAM dan kekerasan terhadap aparat penegak hukum, khususnya KPK, pun akan menguap begitu saja.
Di sisi lain, publik akan menghukum pemerintah lewat pemilu, baik pemilu legislatif maupun pemilu presiden.
Parpol-parpol pendukung pemerintah akan kehilangan banyak suara pada 2024.
Ceritanya akan lain bila akhirnya majelis hakim PN Jakut memvonis kedua terdakwa kasus Novel dengan hukuman penjara yang jauh lebih berat daripada tuntutan jaksa.
Tapi apakah itu mungkin?
Alhasil, suka atau tidak, Novel Baswedan akan menjadi ikon baru dalam perlawanan terhadap pemerintah, setelah Munir.
Novel akan menjadi martir.
* Dr H Sumaryoto Padmodiningrat MM: Mantan Anggota DPR RI.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/dr-drs-h-sumaryoto-padmodiningrat-mm.jpg)