Tribunners / Citizen Journalism
Membaca Keberpihakan PKB untuk Kaum Santri
Padahal, sejak 2014, Penetapan Hari Santri Nasional ini sudah diperjuangkan. Ketua Fraksi PKB, Marwan Jafar, salah satunya, terus mendesak dan menagih
Tahun 2017, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menjelaskan bahwa jumlah santri di Indonesia sekitar 40 juta orang, di mana 25 juta sudah lulus (alumni). Ini kekuatan politik yang besar.
Namun, aspirasi politik santri, setidaknya 25 juta alumni itu, tidak sepenuhnya disalurkan melalui PKB. Tanggal 8 April 2019, Partai Nasdem, misalnya, memilih menggandeng kalangan santri pada Pileg 2019. Terbukti, suara Nasdem 12.661.792 suara (9,05 persen).
Belajar pada rekam jejak PKB, muhasabah kaum pesantren harus segera dimulai; apa yang kurang dari PKB dibanding parpol lain? Mengapa hanya PKB yang bersuara untuk kepentingan pesantren, tatkala semua partai diam seribu bahasa? Sampai kapan kaum santri akan terus-menerus jadi “sapi perah” oleh partai-partai lain di tiap lima tahun sekali saat Pemilu?!
Bagi penulis, “Menunggu Respon Balik Pesantren dan membaca Peta Afiliasi Politik Kaum Sarungan” adalah tema pokok. Setidaknya dalam mempersiapkan langkah strategis menyambut Pemilu 2024 nanti. PKB itu partai yang lahir dari santri, oleh santri, dan untuk santri.
Persatuan dan soliditas politik kaum santri adalah modal utama dan menentukan yang bisa memastikan PKB menjadi pemenang NO 1 dipemilu 2024, Dan, jika memang ada partai lain selain PKB yang lebih layak untuk diikuti kaum santri, partai apa itu dan mengapa?!. Semoga Allah menunjukkan kita ke jalan yang lurus., Wallahu a’lam bis shawab.*
*Penulis adalah alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/kh-imam-j.jpg)