Jumat, 24 April 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Rupiah Terpuruk, Benarkah Kebal dari Intervensi BI?

Rupiah per 23 April 2026 berada di kisaran Rp17.300-an per dolar AS — level nominal terlemah dalam sejarah republik ini berdiri

Tribunnews/Jeprima
NILAI TUKAR RUPIAH - Petugas merapikan mata uang rupiah dan dollar di Kantor Cabang Muamalat Tower, Jakarta, Kamis (5/3/2026). Rupiah per 23 April 2026 berada di kisaran Rp17.300-an per dolar AS — level nominal terlemah dalam sejarah republik ini berdiri 

Rupiah Terpuruk, Benarkah Kebal dari Intervensi BI?

Oleh : Jannus TH Siahaan, Pengamat sosial dan Kebijakan Publik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bayangkan seseorang yang sudah bertahun-tahun minum antibiotik setiap kali demam. Awalnya manjur — satu kapsul, dua hari sembuh, badan kembali segar. Lalu dosisnya harus dinaikkan. 

Lalu jenisnya harus diganti. Sampai suatu hari, dokternya duduk diam di depan berkas hasil lab, kebingungan. Obatnya benar. Diagnosisnya tepat. Tapi pasien kok tidak kunjung membaik — karena bakterinya sudah bermutasi, dan tidak lagi merespons apa yang dulu begitu ampuh.

Kira-kira begitulah posisi Bank Indonesia hari ini. Rupiah per 23 April 2026 berada di kisaran Rp17.300-an per dolar AS — level nominal terlemah dalam sejarah republik ini berdiri. Angka itu wajar membuat orang berhenti merenung sejenak. 

Sebelum badai 1997 datang, Rupiah masih tenang di kisaran Rp2.600 per dolar. Lalu dalam kurun waktu kurang dari delapan bulan, nilainya hancur menjadi Rp16.800 per dolar — keruntuhan hampir 572 persen hanya dalam hitungan bulan. 

Kalau proporsi yang sama terjadi dari titik awal Rp16.654 di akhir 2025, rupiah harusnya sudah berada di kisaran Rp80.000 hingga Rp110.000 per dolar hari ini. Tapi kita masih sangat jauh dari skala itu.

Pada 1998, cadangan devisa Indonesia hanya sekitar USD 20 miliar. Hari ini berdiri di USD 148,2 miliar — setara pembiayaan enam bulan impor, jauh di atas standar kecukupan internasional (Bank Indonesia, 2026). 

Inflasi di puncak krisis 1998 melonjak lebih dari 70 persen — harga kebutuhan pokok meledak dalam hitungan minggu. Sekarang inflasi Maret 2026 masih di 3,48 persen, dalam rentang target. Pendapatan per kapita yang mencapai USD 1.088 di 1997 anjlok menjadi hanya USD 610 di 1998 — hampir separuhnya lenyap dalam satu tahun (World Bank, 1999). 

Pertumbuhan ekonomi 2025 tercatat 5,11 persen, investasi melampaui target Rp1.931,2 triliun, kredit tumbuh 9,37 persen, dan simpanan perbankan naik 13,18 persen (BPS, 2026). Sistem perbankan termasuk masih sehat. Fondasi masih berdiri tegak.

Situasi hari ini punya karakter tekanannya sendiri, dan sumbernya sudah bergeser jauh dari apa yang terjadi di 1998.

Baca juga: Kemenkeu: Narasi APBN cuma Cukup 3 Bulan dan Rupiah Capai Rp20 Ribu per Dollar AS adalah Hoaks

Bank Indonesia sudah menggerakkan semua instrumen yang ada. Sejak awal 2026, BI membeli SBN di pasar sekunder senilai Rp111,54 triliun, menaikkan yield SRBI hingga outstanding-nya menembus Rp885,4 triliun, dan menggelar intervensi di pasar spot serta pasar NDF offshore di Asia, Eropa, sampai Amerika Serikat. 

Suku bunga dibekukan di 4,75 persen, mengorbankan ruang stimulus pertumbuhan demi menjaga stabilitas kurs. Hasilnya modal asing berbalik masuk sebesar USD 1,9 miliar per 20 April 2026. Semua yang ada di buku teks sudah dijalankan.

Rupiah tetap di Rp17.300-an. Pelemahan ke level terlemah itu terjadi justru saat indeks dolar AS stagnan di level 98,21 — tidak sedang menguat. Di pekan ketiga April 2026, rupiah terus merosot meski indeks dolar AS turun seiring meredanya ketegangan AS-Iran (Bloomberg, 2026). Tekanan itu bekerja terlepas dari apa yang terjadi di pasar dolar global.

Selama puluhan tahun ada satu rumus yang hampir tidak pernah gagal: Rupiah melemah, BI menaikkan suku bunga, selisih imbal hasil melebar, modal asing masuk, Rupiah menguat. 

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved