Breaking News:

Tribunners / Citizen Journalism

Membaca Keberpihakan PKB untuk Kaum Santri

Padahal, sejak 2014, Penetapan Hari Santri Nasional ini sudah diperjuangkan. Ketua Fraksi PKB, Marwan Jafar, salah satunya, terus mendesak dan menagih

Istimewa
KH. Imam Jazuli, Lc. MA, alumni Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri; Alumni Universitas Al-Azhar, Mesir, Dept. Theology and Philosophy; Alumni Universiti Kebangsaan Malaysia, Dept. Politic and Strategy; Alumni Universiti Malaya, Dept. International Strategic and Defence Studies; Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon; Wakil Ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia); Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Periode 2010-2015. 

Membaca Keberpihakan PKB untuk Kaum Santri

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc., M.A*

Sistem politik di Indonesia semakin matang. Jasa partai politik betul-betul kentara dalam memperjuangkan aspirasi rakyat. Partai Kebangkitan Bangsa contohnya.

Umat muslim dan komunitas pesantren berhutang budi pada PKB. Hari Santri Nasional setiap tanggal 22 Oktober sejak 2015, itu kerja keras dan lobi politik PKB. Sebab, pro-kontra yang mengiringi penetapan Hari Santri Nasional sungguh sangat keras.

Bahkan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashirpun ikut menolak, dengan mengatakan: "Semangat Muhammadiyah itu semangat ukhuwah (persaudaraan) yang lebih luas di tubuh umat Islam, agar umat utuh tidak terkotak-kotak pada kategoriasi santri dan non-santri," 

Padahal, sejak 2014, Penetapan Hari Santri Nasional ini sudah diperjuangkan. Ketua Fraksi PKB, Marwan Jafar, salah satunya, terus mendesak dan menagih janji pemerintahan Jokowi-JK, yang berjanji akan menetapkan Hari Santri Nasional.

Setelah berhasil memperjuangkan Hari Santri Nasional, PKB menginisiasi dan memperjuangkan RUU pesantren secara totalitas, dan berhasil memberikan “hadiah ulang tahun” yang lain untuk pesantren. Yakni, disahkannya Undang-Undang Nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren.

Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, mengatakan, “Substansi yang paling utama, para santri akan semakin didorong dengan payung hukum untuk mengembangkan potensinya, sehingga santri memiliki jalan mudah untuk mengembangkan prestasi, dan memajukan bangsa,”

Tahun 2020 adalah tahun pandemi Covid-19, yang merebak pertama kali di Wuhan China bulan Desember 2019. Pada bulan Januari, PKB langsung bergerak cepat.

Tanggal 29 Januari 2020, Ketua Fraksi PKB di DPRD Sumatera Selatan, Nasrul Halim, mendesak pemerintah provinsi agar siap siaga mengantisipasi virus corona, terlebih pihak Dinas Kesehatan.

Halaman
123
Editor: Husein Sanusi
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved