Breaking News:

Tribunners / Citizen Journalism

Utak Atik Ketua Umum PP PBSI 2020-2024

Jagat Bulutangkis nasional diramaikan perbincangan seputar rencana pergantian kepengurusan di organisasi olahraga terpopuler kedua setelah sepak bola

dok pribadi
UTAK-ATIK KETUM PP PBSI 2020-2024 

OLEH: Adhi Tb

Jagat Bulutangkis nasional diramaikan perbincangan seputar rencana pergantian kepengurusan di organisasi olahraga terpopuler kedua setelah sepak bola ini. Sejumlah nama kondang menghiasi pemberitaan dalam beberapa hari terakhir.

Agung Firman Sampurna, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), bisa ditempatkan diurutan teratas. Nama Agung sementara melejit "mengungguli" beberapa public-figure lainnya. Termasuk Moeldoko, Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Kapolri Jenderal. Pol. Idham Azis, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Ari Wibowo, Ketua Pengprov PBSI Banten.

Bisa lebih ramai jika Icuk Sugiarto juga bersedia mencalonkan diri. Juara dunia 1983 ini sudah beberapa kali masuk bursa bakal calon ketum PP PBSI beberapa periode terakhir. Tampaknya Icuk kini lebih siap menjadi "penyeimbang": mengkritisi para kandidat.

PARA BALON

Dengan persyaratan pengajuan bakal calon (balon) ketum PP PBSI 2020-2024 minimal didukung oleh 10 suara (pengprov), maka bisa saja akan ada tiga calon. Itu dengan mempertimbangkan masing-masing balon mendapat dukungan 10 atau 11 suara, dari total 34 pengprov di seluruh tanah air.

Alex Tirta dan Agung Firman Sampurna
Alex Tirta dan Agung Firman Sampurna

Jika di atas disebutkan nama Agung Firman Sampurna yang ketua BPK disebut-sebut layak diterakan diurutan pertama, itu karena adanya klaim dari pendukungnya. Agung Firman disebut-sebut mendapat dukungan dari mayoritas pemilik suara. Tak tanggung-tanggung, ketua BPK mengklaim memperoleh dukungan dari 26 pengprov.

Dengan perolehan suara mayoritas itu Agung Firman mestinya sulit untuk tidak tampil ke singgasana "PBSI-1". Tidak mengejutkan juga jika pendukungnya tengah memperjuangkannya untuk dapat ditetapkan secara aklamasi. Cara yang sama dengan saat Wiranto menggulingkan Gita Wirjawan di Munas PBSI 31 Oktober 2016 di Surabaya.

Empat tahun silam, Wiranto yang kala itu menjabat Menkopolhukam, hingga saat-saat menjelang Munas di Surabaya masih mendapatkan perlawanan dari Gita Wirjawan. Namun, Wiranto dengan bantuan Alex Tirta dan kawan-kawan akhirnya berhasil menundukkan Gita Wirjawan. Gita, yang pernah menjadi anggota Exco PSSI itu, melemparkan handuk putih sebelum Munas dibuka.

MENGAPA BPK?

Halaman
123
Editor: Toni Bramantoro
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved