Breaking News:

Blog Tribunners

Efektivitas Pembelajaran Daring (Dalam Jaringan) di Masa Pandemi Covid-19

Jaringan seluler terkadang jaringan tidak stabil karena letak geografis yang masih jauh dari jangkauan sinyal seluler.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Siswa belajar secara daring dengan akses internet gratis dari Pemprov DKI Jakarta di Kantor RW 02 Kampung Internet, Galur, Jakarta, Senin (7/9/2020). Pemprov DKI Jakarta melalui program JakWifi menargetkan 9.000 titik akses internet gratis di seluruh Ibu Kota dalam dua bulan ke depan untuk membantu akselerasi transformasi digital di seluruh sektor terutama pendidikan, ekonomi, pemerintahan, dan komunikasi masyarakat. Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM - Sebagai salah satu upaya mencegah pandemi Covid-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan agar setiap sekolah meminta peserta didiknya untuk belajar di rumah. Lantas, bagaimanakah efektifitas pembelajaran daring ini?

Sistem pembelajaran daring merupakan sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung antara guru dan peserta didik, tetapi dilakukan melalui online yang menggunakan jaringan internet.

Guru harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun peserta didik berada di rumah. Maka, solusinya guru dituntut dapat mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan media daring (online).

Hal ini sesuai dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia terkait Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19)

Sistem pembelajaran dilaksanakan melalui perangkat personal computer (PC) atau laptop yang terhubung dengan koneksi jaringan internet. Guru dapat melakukan pembelajaran bersama di waktu yang sama menggunakan grup di media sosial, seperti Whatsapp (WA), telegram, instagram, aplikasi zoom maupun media lainnya sebagai media pembelajaran.

Dengan demikian, guru dapat memastikan siswa mengikuti pembelajaran dalam waktu yang bersamaan meskipun di tempat yang berbeda. Tetapi hal tersebut tidak berlaku bagi beberapa sekolah di tiap-tiap daerah.

Sekolah-sekolah tersebut tidak siap dengan sistem pembelajaran daring dimana membutuhkan media pembelajaran seperti handphone, laptop atau komputer.

Semua sektor merasakan dampak Covid-19, dunia pendidikan salah satunya. Dilihat dari kejadian sekitar yang sedang terjadi baik peserta didik maupun orangtua peserta didik yang tidak memiliki handphone untuk menunjang kegiatan pembelajaran daring ini merasa kebingungan, sehingga pihak sekolah ikut mencari solusi untuk mengantisipasi hal tersebut.

Beberapa peserta didik yang tidak memiliki handphone melakukan pembelajaran secara berkelompok.

Permasalahan yang terjadi bukan hanya terdapat pada sistem media pembelajaran, akan tetapi ketersediaan kuota yang membutuhkan biaya cukup tinggi harganya bagi peserta didik dan guru guna memfasilitasi kebutuhan pembelajaran daring.

Halaman
123
Penulis: tribunsolo
Editor: Aji Bramastra
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved