Breaking News:

Tribunners / Citizen Journalism

Puji Syukur, Akhirnya Program Strategis Kemenag Muncul

melalui siaran Pers Kemenag oleh Divisi Humasnya berikutnya punya program nyata yang cukup membanggakan.

Istimewa
KH. Imam Jazuli, Lc. MA, Pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon. 

Puji Syukur, akhirnya Program Strategis Kemenag Muncul

Oleh: KH. Imam Jazuli, Lc., M.A*

TRIBUNNEWS.COM - Hal yang sangat mendesak dan selama ini ditunggu oleh masyarakat muslim Indonesia, khususnya pesantren, alhamdillah akhirnya muncul pada siaran pers Kemenag melalui Humasnya. Bahwa Menag yang baru, Gus Yaqut Cholil Qoumas menuntut pada pemerintah terkait, bahwa pengasuh pesantren dan para tokoh agama mendapat prioritas program vaksinasi Covid-19 jilid 2.

Menurutnya, kiai pesantren dan para tokoh agama berada pada garda terdepan dalam tugas pembinaan keberagaman masyarakat. “Kami berharap para kiai pesantren dan tokoh agama yang terus membina masyarakat, serta para santri bisa mendapat prioritas vaksinasi Covid-19,” terang Menag di Jakarta, Selasa (19/01).

"Peran para tokoh agama, baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, maupun Khonghucu dalam pembinaan agama sangat besar dan dirindukan umat," lanjutnya. Menurut Menag, selama masa pandemi, banyak tokoh agama dan pengasuh pesantren yang wafat. Hal itu menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Sebab, untuk melahirkan para kiai dan tokoh agama, dibutuhkan proses panjang, tidak bisa dilakukan secara instan.

Menag juga menyebut data, menurutnya lebih dari 300 tokoh agama yang meninggal selama pandemi Covid-19. Hal serupa juga disampaikan Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani. Menurutnya, vaksinasi bagi pengasuh pesantren mendesak, mengingat aktivitas mereka dalam membina keberagamaan umat dan santri sangat diharapkan. “Ini tentu penting, tidak hanya untuk tokoh agama Islam, tapi juga tokoh lintas agama,” jelasnya.

Jadi ini adalah bukti serius, bahwa dua kader Pesantren memang sudah seharusnya punya perhatian lebih pada pesantren dan tokoh-tokoh yang ada di dalamnya. Jadi apresiasi yang tinggi layak disematkan kepada Menag, karena suatu langkah yang membawa angin segar, sekali pun hal ini baru langkah awal.

Selain itu, melalui siaran Pers Kemenag oleh Divisi Humasnya berikutnya punya program nyata yang cukup membanggakan. Tiga hal utama yang diperhatikan oleh Kemenag; dimensi akademik, Sumber Daya Manusia (SDM), dan sarana-prasarana pondok pesantren.

Selebihnya, tinggal berdoa semoga realisasi program tersebut tidak terkendala teknis dan terdistribusikan secara adil, merata, lancar.
Kemenag telah berpikir betapa penting memberikan beasiswa pascasarjana kepada para dosen Ma’had Aly, termasuk pendampingan program sertifikasi ustadz pesantren (Ma’had Aly, Diniah Formal, Mu’adalah).

Menurut siaran pers, Kemenag menyasar 6.000 tenaga pendidik pesantren, mengalokasikan Rp. 250/ustad sebagai anggaran dana insentif. Termasuk juga menganggarkan Bantuan Operasiional Sekolah (BOS) sebesar Rp. 162 miliar untuk 160 ribu santri dan Rp. 145 miliar untuk 188 ribu santri untuk Program Indonesia Pintar (PIP) Pesantren.

Halaman
123
Editor: Husein Sanusi
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved