Tribunners / Citizen Journalism
Pemilu Diagungkan, Mudik Dianaktirikan
Pelarangan mudik ini dinilai efektif untuk menekan arus mobilisasi masyarakat juga mencegah munculnya potensi terjadi klaster baru
Ditetapkannya kebijakan pelarangan mudik memungkinkan adanya warga yang nekat pergi karena telah merelakan waktu untuk bersua dengan keluarganya di luar kota selama dua tahun berturut-turut.
Di sisi lain, ternyata, PT KAI belum sepenuhnya menerapkan protokol kesehatan dengan baik.
Seharusnya, pada masa pandemi ini, bangku kereta yang diisi oleh dua penumpang hanya boleh diisi satu, mengingat perlu adanya jarak antarindividu.
Sayangnya, hal tersebut tidak terealisasikan sebab nyatanya, masih ditemukan penumpang yang tidak menerapkan social distancing.
Dengan demikian, dapat dibuktikan bahwa pihak transportasi juga kurang melakukan koordinasi terkait protokol kesehatan.
Namun, di sisi lain, banyak yang telah mematuhi aturan dengan tidak mudik, terutama pegawai negeri.
Pegawai negeri akan diberikan sanksi berat apabila tetap melakukan mudik dan harus selalu melakukan e-presensi setiap harinya.
Meninjau aktivitas pegawai negeri, setidaknya angka mudik akan berkurang jika dibandingkan dengan tidak adanya larangan mudik.
Oleh karena itu, pemerintah kembali menggalakkan larangan mudik pada tahun ini.
*) Mahasiswa Program Studi Administrasi Publik
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro
**) Opini dibuat dalam rangka tugas kelompok mata kuliah Sistem Administrasi Negara Kesatuan Republik Indonesia
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/logistik-persiapan-pilkada-2020-bupati-bandung_20201209_194005.jpg)