Breaking News:

Tribunners / Citizen Journalism

Filateli

Arsip Cetakan Prangko: Tidak Tua, Tetapi Sangat Langka

Para filatelis punya rasa penasaran sangat besar sehingga tidak puas hanya dengan mengoleksi prangko.

Foto: Gilang Adittama/Richard Susilo
Berbagai variasi benda filateli termasuk yang salah cetak (misprint). 

Oleh: Gilang Adittama *)

MUNGKIN semua orang mengetahui bentuk dan fungsi prangko bahkan memiliki kepercayaan bahwa prangko tua adalah barang langka nan mahal.

Sayangnya, sedikit sekali orang memahami tahapan pencetakan penerbitan sebuah prangko.

Para filatelis punya rasa penasaran sangat besar sehingga tidak puas hanya dengan mengoleksi prangko.

Dengan berbagai upaya mereka melakukan penelusuran untuk mengidentifikasi benda–benda terarsipkan dalam proses penerbitan prangko.

Saat ini di kalangan filatelis, baik exhbitor maupun non-exhibitor, dikenal beberapa istilah seperti artwork, essay, proof, dan specimen.

Berbagai sebutan mulai dari ‘top rarity’, ‘world status’, hingga ‘barang sakti’ seringkali disematkan pada benda-benda tersebut karena tingkat kepentingan dan kelangkaannya.

Proses penerbitan sebuah prangko bermula dari terciptanya ‘artwork’.

Biasanya artwork merupakan karya seorang pelukis yang ditunjuk oleh dinas pos untuk mendesain prangko dengan tema tertentu.

Prangko terbitan Monaco dengan gambar kolektor yang sedang menekuni albumnya.
Prangko terbitan Monaco dengan gambar kolektor yang sedang menekuni albumnya. (Foto Gilang Adittama)

Si pelukis boleh membuat lukisan dengan berbagai media dan jenis cat seperti cat air pada kertas tebal atau cat minyak pada cardboard.

Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved