Breaking News:

Tribunners / Citizen Journalism

Filateli

Arsip Cetakan Prangko: Tidak Tua, Tetapi Sangat Langka

Para filatelis punya rasa penasaran sangat besar sehingga tidak puas hanya dengan mengoleksi prangko.

Foto: Gilang Adittama/Richard Susilo
Berbagai variasi benda filateli termasuk yang salah cetak (misprint). 

Di antara sekian banyak proof, yang termasuk penting dan bernilai cukup tinggi adalah die proof, progressive proof, sepia proof, approval proof, monochrome proof, cromaline proof dan plate proof.

Beberapa proof seperti deluxe proof, e-preuve, dan black print proof dianggap tidak bernilai karena sengaja dicetak sekadar untuk memuaskan para kolektor prangko.

Seperti variannya, harga proof juga sangat beragam. Berbagai faktor seperti jumlah cetak, tingkat kepentingan, dan kredibilitas percetakan sangat mempengaruhi pembentukan harga pasarnya.

Tahap akhir dari seluruh proses tersebut adalah pencetakan prangko asli dengan tambahan cap SPECIMEN, MUSTER, MUESTRA, MONSTER, OBRASETZ dan lainnya yang diedarkan ke para pegawai pos untuk membantu mereka mengidentifikasi keberadaan prangko palsu.

Baca juga: Ada Prangko Pertama di Dunia hingga Prangko Tematik, Intip Koleksi Museum Pos Indonesia di Bandung

Dengan adanya prangko specimen, mereka akan memiliki pembanding untuk menentukan keaslian suatu prangko.

Prangko SPECIMEN sendiri tidak bisa dipakai untuk pengeposan karena sudah dirusak dengan adanya cap tambahan tersebut.

Sayangnya saat ini banyak prangko diberi cap specimen palsu untuk menaikkan nilai pasarnya.

Berbeda dengan prangko specimen klasik era 1840 – 1940, prangko specimen modern umumnya dihargai tidak terlalu tinggi.

Umumnya nilai prangko spesimen modern hanya sekitar dua puluh persen di atas nilai nominal atau harga pasaran prangko aslinya.

Sampul hari pertama Dua  prangko seri vaksinasi nasional Covid-19 yang telah di tandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi) di  Kantor Filateli Jakarta, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (26/2/2021). Foto Presiden Jokowi saat menerima suntikan vaksinasi dosis pertama menjadi gambar prangko yang di terbitkan 2 seri dengan harga perlembarnya 5.000 rupiah. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Sampul hari pertama Dua prangko seri vaksinasi nasional Covid-19 yang telah di tandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Filateli Jakarta, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (26/2/2021). Foto Presiden Jokowi saat menerima suntikan vaksinasi dosis pertama menjadi gambar prangko yang di terbitkan 2 seri dengan harga perlembarnya 5.000 rupiah. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN (WARTA KOTA/WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN)

Memiliki benda–benda tersebut tentu merupakan kebahagiaan dan kebanggan luar biasa bagi seorang filatelis.

Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved