Breaking News:

Tribunners / Citizen Journalism

Virus Corona

Ketika SBY Berdoa untuk Bangsa dan Akidi Tio Menyumbang Rp 2 Triliun

Namun bisa jadi sumbangan SBY yang tak terhingga nilainya itu lebih besar daripada sumbangan Akidi Tio.

Dokumentasi/Partai Demokrat
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) 

Habibie disebut Moeldoko duduk manis setelah pensiun, dan hanya sesekali mengkritik pemerintah.

Awalnya, Moeldoko mendapat sentilan dari SBY agar pernyataan-pernyataannya tidak lagi menimbulkan kesan ancaman kepada masyarakat.

Lalu Moeldoko meresponsnya agar SBY duduk manis saja.

SBY memang tidak "madeg pandhita" seperti Soeharto setelah "lengser keprabon".

SBY bahkan menjadi politikus dengan memimpin Partai Demokrat.

SBY pun mendesak-desakan agar putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi Gubernur DKI Jakarta sebagai batu loncatan ke kursi RI-1 sebagaimana Presiden Joko Widodo.

Sayang, AHY gagal terpilih pada Pilkada DKI 2017.

Kini, AHY dipasang sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Siapa tahu bisa menjadi Presiden RI seperti sang ayah.

Karena cuitan doa itu berasal dari politikus, maka banyak yang menafsirkan doa SBY itu bernuansa politik.

Halaman
1234
Editor: Hasanudin Aco
Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved