Breaking News:

Tribunners / Citizen Journalism

Kritik atas Tulisan HMI vs PMII di Muktamar NU ke-34 dan Menyikapi dengan Bijak

Maka dengan ini izinkan penulis yang merupakan seorang santri al-faqir ini untuk memberikan kritikan kepada tulisan tersebut

Editor: Husein Sanusi
SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
MOLOR - Pimpinan Sidang Slamet Effendy Yusuf (tengahi) didampingi Ketua PBNU Said Aqil Siradj (tiga kanan) memimpin sidang pembahasan Tata Tertib Muktamar NU ke-33 di Alun-alun Jombang, Minggu (2/8). Pembahasan Tatib yang seharusnya digelar Sabtu (1/8) malam, diundur menjadi Minggu (2/8) itu diwarnai sejumlah protes dari sejumlah muktamirin ketika pembahasan dan penetapan tatib. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

Kritik atas Tulisan HMI vs PMII di Muktamar NU ke-34 dan Menyikapi dengan Bijak

Oleh: Seto Galih Pratomo

TRIBUNNEWS.SOM - Penulis yang merupakan seorang santri ini sebelumnya memohon izin dan memohon maaf atas segala keterbatasan ilmu penulis kepada KH. Imam Jazuli yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia, Cirebon untuk menanggapi tulisannya di Tribunnews pada Selasa, 5 Oktober 2021.

Tulisan itu berjudul “Rivalitas HMI versus PMII: Perebutan Kursi Ketum PBNU di Muktamar NU ke-34 yang penulis baca tulisan tersebut bernada provokatif, karena beraroma menyudutkan salah satu pihak atau penggiringan opini publik.

Maka dengan ini izinkan penulis yang merupakan seorang santri al-faqir ini untuk memberikan kritikan kepada tulisan tersebut.

Sebagaimana kritikan merupakan sebuah tradisi intelektualitas dikalangan warga Nahdliyin
yang sudah sebuah keharusan ditanggapi dengan kepala dingin dan secara ramah
sebagaimana yang diajarkan dalam Islam rahmatan lil „alamin.

Hal ini juga diajarkan oleh Rais Akbar Nahdlatul Ulama, Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy‟ari yang menulis kitab “Ziyadah Ta‟aliqat „ala Manzhumat al-Syaikh „Abdillah ibn Yasin al-Fasuruwani" (Catatan Tambahan mengenai syair Syaikh Abdullah bin Yasin Pasuruan) yang berisi respon dari Hadratussyaikh terhadap kritikan Syaikh Abdullah bin Yasin Pasuruan terhadap organisasi yang didirikannya, Nahdlatul Ulama.

Tulisan KH. Imam Jazuli di atas membahas mengenai Muktamar NU ke-34 yang tidak lama lagi akan diselenggarakan di Lampung pada Desember 2021.

Beliau dalam kalimat awal mengangkat dua nama yang digadang-gadang akan maju pada pemilihan Ketua Umum PBNU mendatang.

Ada dua nama disana yaitu Cak Muhaimin Iskandar dan Gus Yahya Cholil Staquf, yang mana Cak Imin dulu ketika mahasiswa berproses di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Gus Yahya berproses di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang keduanya sama-sama berproses di Yogyakarta.

Halaman
1234

Tribunners merupakan jurnalisme warga, dimana warga bisa mengirimkan hasil dari aktivitas jurnalistiknya ke Tribunnews, dengan mendaftar terlebih dahulu atau dikirim ke email redaksi@tribunnews.com

KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved