Selasa, 2 Juni 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Siapa Membom Rumah Sakit Al Ahli di Jalur Gaza?  

Rumah Sakit Al Ahli yang dijalankan kelompok Kristen Anglikan di Jalur Gaza dibom. Sekurangnya 600 orang tewas seketika di lokasi tersebut.

Tayang:
Editor: Setya Krisna Sumarga
AP/Hatem Moussa
Seorang anak laki-laki Palestina duduk di reruntuhan bangunannya yang hancur akibat serangan udara Israel di kamp Nuseirat di Jalur Gaza tengah pada Senin, 16 Oktober 2023. (AP Photo/Hatem Moussa) 

Tapi pengeboman RS Al Ahli di Gaza yang menewaskan ratusan orang dalam sekali aksi ini, mulai membalikkan situasi.

Orang-orang berkumpul di sekitar mayat warga Palestina yang tewas dalam serangan di rumah sakit Ahli Arab di Gaza tengah setelah mereka diangkut ke rumah sakit Al-Shifa, pada 17 Oktober 2023. Serangan di kompleks rumah sakit di Jalur Gaza setidaknya menewaskan korban jiwa yang disalahkan oleh pejabat di wilayah Palestina yang dikuasai Hamas pada 17 Oktober, memicu kecaman dan kemarahan luas. Namun tentara Israel menyalahkan roket yang salah ditembakkan oleh militan di Gaza. (Photo by Dawood NEMER / AFP)
Orang-orang berkumpul di sekitar mayat warga Palestina yang tewas dalam serangan di rumah sakit Ahli Arab di Gaza tengah setelah mereka diangkut ke rumah sakit Al-Shifa, pada 17 Oktober 2023. Serangan di kompleks rumah sakit di Jalur Gaza setidaknya menewaskan korban jiwa yang disalahkan oleh pejabat di wilayah Palestina yang dikuasai Hamas pada 17 Oktober, memicu kecaman dan kemarahan luas. Namun tentara Israel menyalahkan roket yang salah ditembakkan oleh militan di Gaza. (Photo by Dawood NEMER / AFP) (AFP/DAWOOD NEMER)

Kita semakin sulit melihat ada prospek peredaan ketegangan. Bahkan solusi perdamaian Israel-Hamas-Palestina seperti menjauh.

Sikap keras dan kemarahan lluar biasa Israel telah ditunjukkan lewat aksi-aksi militernya yang mendapat perlindungan Washington.

Bahkan, setelah Presiden Biden meninggalkan Yerusalem, diyakini Israel akan langsung melancarkan invasi darat ke Gaza.

Operasi militer skala besar ke Gaza ini hanya bisa dilaksanakan jika Gedung Putih sudah memberi lampu hijau.

Saat ini, Joe Biden dan timnya sedang berusaha memastikan konflik Israel-Hamas eskalasinya tidak akan bersifat regional bahkan global.

Pentagon sudah memulai dengan menempatkan dua armada kapal induk di Laut Tengah. Armada ini sangat kuat dilengkapi jet tempur, pesawat mata-mata, dan helicopter tempur.

Sebanyak 2.000 prajurit dari Ekspedisi Marinir ke-26 AS juga sudah ditempatkan di Laut Tengah di kapal perang USS Bataan.

Artinya, militer AS memberikan efek pencegah supaya negara-negara lain seperti Iran, Suriah, Mesir, Lebanon, tidak menceburkan diri ke konflik Israel-Hamas.

Akhir dari babak terbaru konflik Israel vs Hamas ini masih sulit ditebak. Serangan kelompok Hamas pada 7 Oktober 2023 melahirkan lingkaran kekerasan baru.

Serangan itu sangat mematikan, dan membuat syok semua orang Israel. Hamas menunjukkan kemampuan tempurnya yang luar biasa.

Intelijen Israel kebobolan. Sistem kubah besi juga gagal melindungi daratan Israel. Sementara mesin-mesin tempur Israel terlihat kedodoran melawan petempur Hamas yang bersenjata ringan.

Kelebihan Hamas, mereka telah mempersiapkan serangan dadadak ini sangat detil dan terencana. Roket-roket yang diluncurkan Hamas juga sangat mengejutkan.

Jumlahnya ribuan, cukup presisi, dan titik-titik peluncuran roketnya gagal diantisipasi Israel. Kematian yang ditimbulkan juga membuat Israel antara syok dan murka.

Balasan yang kemudian dilakukan Israel sudah bisa diprediksi. Mereka akan menyerang dengan kekuatan udara, tak mempedulikan target serangan sipil atau kombatan.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved