Selasa, 14 April 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Siapa Membom Rumah Sakit Al Ahli di Jalur Gaza?  

Rumah Sakit Al Ahli yang dijalankan kelompok Kristen Anglikan di Jalur Gaza dibom. Sekurangnya 600 orang tewas seketika di lokasi tersebut.

Editor: Setya Krisna Sumarga
AP/Hatem Moussa
Seorang anak laki-laki Palestina duduk di reruntuhan bangunannya yang hancur akibat serangan udara Israel di kamp Nuseirat di Jalur Gaza tengah pada Senin, 16 Oktober 2023. (AP Photo/Hatem Moussa) 

TRIBUNNEWS.COM, YOGYA – Sekurangnya 600 orang tewas di Rumah Sakit Al Ahli di Jalur Gaza. Bahkan disebut jumlah korban jiwa bisa mencapai 1.000 orang.

Ini merupakan peristiwa tunggal paling mematikan dengan korban amat sangat besar. RS Al Ahli dijalankan Episcopal Diocese of Jerusalem.

Ini Lembaga kemanusiaan dari kelompok denominasi Kristen Anglikan. Siapa mengebom rumah sakit ini?

Israel menuduh kelompok Jihad Islam, yang gagal meluncurkan roket dan akhirnya menghanta rumah sakit tersebut.

Semua pejabat Israel kompak membantah, dan mengklaim info dan analisis intelijen mereka menunjuk Jihad Islam yang harus tanggungjawab.

Jihad Islam, Hamas, dan Otoritas Palestina menepisnya. Mereka mengarahkan telunjuk ke pihak Israel.

Peristiwa ini serangkaian dengan bombardemen udara Israel ke Gaza, dan oleh sebab itu pelakunya diyakini militer Israel.

Amat sulit mempercayai pembunuhan massal dan serangan ke rumah sakit ini dilakukan kelompok Palestina sendiri.

Kemungkinan itu ada, tapi nalar sehat kita dalam situasi saat ini dan melihat kekuatan ledak bomnya juga, klaim dan dalih Israel sulit dipercaya.

Baca juga: Skenario Konflik Sesudah Serbuan Hamas 7 Oktober 2023

Baca juga: Mengapa Israel Tunda Invasi Darat ke Jalur Gaza?

Baca juga: Skenario Terburuk, Jalur Gaza Jatuh ke Tangan Israel

Tragedi ini memicu perubahan signifikan dan mengubah konstelasi politik terbaru di Gaza dan Timur Tengah.

Presiden AS Joe Biden dijadwalkan berkunjung ke Israel dan direncanakan bertemu Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Amman, Yordania.

Tapi rencana pertemuan itu langsung dibatalkan. Mahmoud Abbas menolak bertemu. Raja Abdullah Yordania juga menghapus agenda tersebut.

Begitu pula Presiden Mesir Al Sisi juga menarik kesediaan bertemu Joe Biden. Sementara aksi mengutuk pengeboman RS Al Ahli mulai menguat di berbagai tempat.

Situasi politik dan keamanan di Israel, Gaza, dan Timur Tengah berubah semakin labil dan berbahaya. Sebelumnya kondisi menarik diciptakan Menlu AS Antony Blinken.

Reli diplomatiknya dari Israel, Yordania, Arab Saudi, Emirat Arab, Qatar, Mesir, lalu kembali ke Israel, menjanjikan sejumlah solusi.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved