Tribunners / Citizen Journalism
Global Views
Perang Nuklir : Eropa atau Asia Duluan?
Perang nuklir bisa pecah di Eropa jika AS dan NATO terlibat langsung perang Ukraina. Izin penggunaan rudal jarak jauh oleh Ukraina adalah awalnya.
Karaganov percaya, situasi itu dapat terjadi dalam rentang waktu beberapa tahun ke depan. Menurutnya, sebuah doktrin harus meyakinkan semua musuh saat ini dan masa depan bahwa Rusia siap menggunakan senjata nuklir.
Serangan lintas batas Ukraina ke Wilayah Kursk Rusia sesungguhnya situasi yang luar biasa, karena perbatasan Rusia secara mendadak berhasil dijebol pasukan Ukraina.
Ribuan tentara Ukraina berhasik masuk dan menduduki area cukup luas, dan hingga hari ini belum berhasi dikalahkan sepenuhnya oleh pasukan Rusia.
Serbuan pasukan Kiev ke Kursk adalah semacam kejutan bagi miiter Rusia, tapi sekaligus kesalahan strategi yang dijalankan Volodymir Zelenksy dan pembantunya.
Pemimpin militer Ukraina, Jenderal Aleksandr Syrksy menjelaskan ke stasiun televisi CNN, operasi ke Kursk adalah serangan preemtive karena Rusia hendak masuk ke Ukraina dari front tersebut.
Serangan dadakan itu juga dimaksudkan untuk menahan gempuran pasukan Rusia yang terus melaju di wilayah Donbass.
Diharapkan, masuknya pasukan Ukraina ke Kursk akan menarik berbagai grup militer Rusia dari Donbass guna menyelamatkan garis perbatasan Kursk.
Skenario itu mematikan Kiev, karena ribuan tentara Ukraina tewas atau tertangkap di Kursk, dan pasukan Rusia terus maju dan memperluas kontrolnya di Donbass.
Dalam sudut pandang Sergey Karaganov, serangan Ukraina ke Kursk seharusnya sudah memenuhi syarat untuk ditanggapi Rusia lewat serangan balasan nuklir.
Karaganov meminta Kremlin segera mengubah doktrin nuklirnya, sehingga musuh Rusia tidak meragukan apakah Rusia siap menggunakan persenjataan nuklirnya atau tidak dan kapan digunakan.
Presiden Rusia Vladimir Putin, walau dia seorang tokoh sangat kuat dan berkuasa, memiliki pertimbangan dan kehati-hatian tinggi menyikapi situasi ini.
Putin telah berulang kali menunjukkan posisi yang lebih terkendali dalam masalah ini.
Kepada Sergey Karaganov di Forum Ekonomi Internasional Sank Petersburg pada bulan Juni 2024, Presiden Putin mengatakan Rusia tidak sedang mengacungkan senjata nuklir.
Ia menyatakan harapannya perang nuklir itu tidak akan pernah terjadi antara Moskow dan kekuatan barat di Eropa.
Moskow menurut Vladimir Putin tidak punya alasan untuk berpikir tentang penggunaan senjata nuklir saat ini.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/rudal-penangkal-nuklir-trident-inggris-gagal.jpg)