Selasa, 19 Mei 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Indonesia Masuk Ranking Aman, Kabur Bukan Pilihan

Dunia menilai Indonesia sebagai satu negara paling aman jika Perang Dunia III pecah. Indonesia dinilai unggul karena sejumlah faktor..

Tayang:
Editor: Adi Suhendi
dok. Kompas
ANALISIS - Pengamat militer Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi menyebut Indonesia sebagai satu negara paling aman jika Perang Dunia ke-3 pecah. 

Ketahanan sejati tidak dibangun dalam semalam, dan tidak mungkin hanya mengandalkan kekuatan dan strategi pertahanan konvensional.

Ia harus disemai dalam strategi pembangunan jangka panjang yang terintegrasi.

Inilah yang menjadi fokus Presiden Prabowo Subianto dalam merumuskan arsitektur pertahanan nasional ke depan membangun bukan hanya kekuatan militer, tapi juga daya tahan pangan, energi, teknologi, hingga logistik krisis dan kapasitas masyarakat dalam kerangka pertahanan semesta.

Visi ini didasari kesadaran bahwa pertahanan hari ini bukan hanya soal menangkal serangan fisik, tapi juga bertahan dalam krisis multidomain.

Namun, upaya ini tidak selalu mudah diterima. Ketika tokoh berlatar belakang militer diberi amanah memperkuat birokrasi strategis, muncul kekhawatiran tentang militerisasi.

Ketika TNI mulai dilibatkan dalam sektor ketahanan pangan, penyiapan infrastruktur dasar atau bahkan penanganan bencana, sebagian mengaitkannya dengan bayang-bayang dwifungsi masa lalu.

Kekhawatiran ini wajar jika dilihat dari sejarah.

Namun, penting disadari bahwa konteksnya kini jauh berbeda. 

Keterlibatan unsur militer bukan untuk mengambil alih ranah sipil, melainkan untuk mempercepat dan mengefisienkan respons terhadap tantangan lintas sektor yang sifatnya semakin asimetris, kompleks dan tak konvensional.

Ancaman kini tidak datang dari satu arah atau satu aktor, sehingga respons pun harus kolaboratif dan terintegrasi.

Terpenting adalah memastikan prinsip subordinasi militer kepada otoritas sipil tetap dijaga, transparansi dikedepankan, dan fungsi institusional dipertajam, bukan dicampuradukkan.

Dalam kerangka itu, keterlibatan militer dalam upaya ketahanan bukanlah ancaman, tetapi sumber daya strategis yang perlu dikelola dan dimobilisasi secara tepat.

Dari Visi Pertahanan ke Agenda Nasional Ketangguhan

Sejumlah kebijakan kunci saat ini, termasuk pembentukan satuan tematik TNI, penguatan cadangan pangan dan energi nasional, serta diplomasi pertahanan aktif merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menghadapi krisis global yang tak terduga.

Penting untuk dipahami bahwa inisiatif tersebut tidak muncul dalam ruang hampa.

Ia lahir dari pemetaan terhadap tren ancaman dunia yang semakin tak kasat mata dan saling terkait.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved