Rabu, 13 Mei 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Mencari Titik Temu Royalti Musik: Harmoni Antara Seni, Bisnis, dan Keadilan

Hukuman pidana selayaknya menjadi senjata pamungkas untuk kejahatan yang sesungguhnya, bukan untuk persoalan yang berada di wilayah abu-abu

Tayang:
HandOut/IST
PENULIS ARTIKEL - IGN Agung Y Endrawan, analis hukum yang juga mantan Direktur Kebijakan Bakamla. Agung menulis soal ulasan seputar polemik mengenai royalti musik. 

Mencari Titik Temu Royalti Musik: Harmoni Antara Seni, Bisnis, dan Keadilan

 

Oleh: IGN Agung Y. Endrawan, SH, MH, CCFA

 

Penulis merupakan Praktisi Hukum, mantan Analis Senior Hukum OJK, mantan Direktur Kebijakan Bakamla dan Kandidat Doktor Ilmu Kebijakan Publik

 

SETIAP kali kita melangkahkan kaki ke dalam restoran yang ramai, butik pertokoan yang modern, atau menyusuri koridor pusat perbelanjaan yang megah, sering kali telinga kita disambut oleh alunan musik.

Ia seolah menjadi denyut nadi yang menemani hiruk pikuk aktivitas kita, sebuah latar yang tanpa kita sadari ikut membangun suasana hati.

Musik membuat kita nyaman, betah, dan mungkin lebih menikmati momen.

Namun, di balik harmoni yang kita rasakan bersama itu, tersimpan sebuah pertanyaan yang kompleks: bagaimana kita seharusnya menilai kontribusi sebuah lagu dalam sebuah ruang usaha?

Baca juga: Kris Dayanti Singgung Simbiosis Mutualisme Antara Penyanyi dan Pencipta Lagu

Inilah pertanyaan yang membawa kita pada diskursus hangat mengenai royalti musik, sebuah isu yang menyentuh hati para seniman sekaligus logika para pelaku usaha.

Sebelum melangkah lebih jauh, marilah kita menempatkan rasa hormat pada tempatnya. Di satu sisi, kita memiliki para seniman, pencipta lagu, dan musisi.

Karya mereka lahir dari talenta, kerja keras, dan curahan jiwa. Adalah sebuah keharusan mutlak bagi kita sebagai bangsa untuk menghargai dan memastikan mereka mendapatkan imbalan yang layak ketika karya mereka memberi nilai tambah.

Ini adalah soal keadilan dan keberlangsungan ekosistem kreatif kita.

Di sisi lain, kita memiliki para pelaku usaha dari kafe kecil hingga pusat perbelanjaan besar.

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved