Tribunners / Citizen Journalism
Program Makan Bergizi Gratis
Makan Bergizi Gratis: Manajemen Pertahanan Jangka Panjang
Program Makan Bergizi Gratis dinilai bukan sekadar populis, tapi strategi pertahanan nasional berbasis kualitas gizi anak bangsa.
Masyarakat perlu berhati-hati terhadap wacana penghentian program MBG. Menghapus program ini sama saja dengan memangkas investasi paling strategis: kualitas otak dan daya saing generasi penerus bangsa. Kita boleh berbeda pandangan politik, tetapi soal gizi anak seharusnya menjadi konsensus nasional.
Apalagi Indonesia sedang menghadapi bonus demografi. Momentum ini hanya bisa dimenangkan bila generasi muda benar-benar sehat, cerdas, dan tangguh. Jika gagal, kita justru akan menghadapi demographic disaster, ledakan jumlah penduduk usia produktif yang tidak mampu bersaing di panggung global.
Dalam konteks ini, MBG bukanlah sekadar “program nasi kotak,” melainkan strategi manajemen pertahanan jangka panjang untuk memastikan bahwa generasi emas Indonesia bukan hanya slogan, tetapi kenyataan.
Penutup
Di era persaingan global, pertahanan negara tidak cukup hanya dengan senjata modern. Kita membutuhkan rakyat yang sehat, berdaya, dan cerdas. MBG, jika dikelola dengan benar, adalah pondasi dari manajemen pertahanan berbasis manusia: rakyat sebagai bagian dari benteng pertahanan negara.
Singkatnya, ketahanan Nasional dan Pertahanan Negara dimulai dari meja makan anak-anak kita.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/FOTO-PROGRAM-MAKAN-BERGIZI-GRATIS-DI-BOGOR.jpg)