Kamis, 11 Juni 2026

Blog Tribunners

Inilah Tujuan Donald Trump yang Ingin Jual Rudal Tomahawk ke Ukraina?

Wall Street Journal dan The Telegraph, melaporkan Zelensky secara khusus meminta rudal tersebut saat bertemu Presiden Trump di New York.

Tayang:
Penulis: Setya Krisna Sumarga
© Raytheon
Rudal jelajah Tomahawk buatan AS. Seiring meningkatnya ketegangan dengan China dan Korea Utara, Jepang mempercepat rencana pembelian ratusan rudal Tomahawak dari AS. 

Tetapi juga siap jika Ukraina dan pendukung baratnya bersikeras melanjutkan peperangan.

Ketegangan  di Eropa meningkat setelah pekan lalu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan, opsi menembak jatuh pesawat Rusia tak dapat dikesampingkan.

Ini adalah pernyataan terbuka Von der Leyen, yang menandai meningkatnya tensi ketegangan di Eropa Barat hingga Timur.

Peristiwa lain yang diduga turut memprovokasi ketegangan NATO-Rusia adalah peringatan kemunculan pesawat nirawak di Polandia, Romania, dan terbaru di Swedia dan Norwegia.

Tidak ada satu bukti material apapun yang menunjukkan drone-drone yang terbang itu dikendalikan Rusia atau terbang disengaja untuk memanaskan perang.

Tetapi tuduhan barat langsung mengarah ke Moskow. Inilah yang melahirkan narasi NATO harus segera bersikap, dan jika perlu melawan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga tidak mengesampingkan tindakan NATO ke Rusia, meski sejauh ini Washington tidak yakin Moskow menerbangkan drone ke wilayah NATO.

Polandia dan Estonia sama-sama menuduh Moskow melakukan penyusupan ke wilayah NATO dalam beberapa pekan terakhir, klaim yang dibantah pemerintah Rusia.

Rudal Oreshnik

Sementara, jika NATO memulai perang langsung melawang Rusia, maka inilah deretan senjata Rusia yang sanggup menghancurkan kota-kota utama Eropa dalam sekejap.

Mulai peluru kendali konvensional hingga yang berkemampuan nuklir. Oreshnik menempati peringkat pertama rudal non-nuklir yang paling berbahaya.  

Rudal jarak menengah ini berkecepatan hipersonik dan memiliki proyektil klaster.  

Rudal Oreshnik dengan mudah menembus pertahanan udara NATO, mencapai Markas Besar NATO di Brussel dalam 17 menit.

Menghantam Pangkalan Udara Ramstein Jerman yang paling besar sekaligus markas pasukan Pentagon dalam 15 menit.

Sementara menghajar Pangkalan Udara Redzikowo di Polandia dalam 11 menit sejak ditembakkan dari wilayah Rusia.

Kedua adalah rudal jarak menengah Iskander. Dari baterai rudal atau lokasi peluncuran di Kaliningrad, sistem rudal taktis ini dapat menyerang pusat komando di Lituania, Jerman, atau Polandia dalam hitungan menit.

Sementara sekutu terkuat Rusia, yaitu Belarusia, telah menempatkan seluruh Polandia, Lituania, Latvia, dan Estonia dalam jangkauan rudal mereka.

Ketiga, rudal hipersonik Zirkon yang mampu mencapai jarak 1.000 kilometer dengan kecepatan Mach 9, dan mengenai target 500 kilometer lepas pantai dalam waktu 5 menit.

Keempat, rudal antarbenua Avangard dapat mencapai Mach 28 dengan daya ledak nuklir mampu mengenai target strategis di Eropa hanya dalam 30 menit sejak ditembakkan.

Moskow juga masih memiliki rudal antarbenua berkemampuan nuklir yang diberi nama Sarmat atau Setan.

Rusia kini dipercaya memiliki sekurangnya 1.710 hulu ledak nuklir yang dikerahkan kapan saja, 2.670 disimpan, dan 1.200 telah dipensiunkan.

Menurut Federasi Ilmuwan Amerika atau FAS, Rusia total menguasai 5.580 hulu ledak nuklir berbagai tipe.

Triad nuklirnya yang terdiri dari sistem pengiriman udara, darat, dan laut, ditambah kemampuan hipersonik, memberi Rusia keunggulan strategis potensial atas NATO.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengisyaratkan pertahanan udara Eropa tidak akan dapat menghentikan rudal hipersonik mereka.

TRIBUNNERS

Perubahan tone atau nada suara rezim Donald Trump terhadap Rusia dan perang Ukraina, bisa berarti banyak hal.

Perubahan ini sekurangnya bisa dibaca sebagai cara Trump menekan Rusia supaya menurunkan penawarannya saat negosiasi Ukraina-Rusia terkunci.

Trump mungkin tidak serius mendorong NATO untuk menggelar perang terbuka melawan pasukan Moskow.

Dia paham, pasukan NATO dan Eropa tidak akan sanggup bertempur dalam jangka lama melawan kekuatan raksasa Rusia.

Tetapi perubahan sikap Trump ini bisa juga membuat NATO tergelincir, karena punya potensi lebih besar diprovokasi aksi sabotase Ukraina atau pihak lain yang menghendaki perang.

Klaim-klaim insiden kemunculan drone di Polandia, Romania, Norwegia, Swedia, Denmark yang tanpa bukti, adalah petunjuk awal operasi bendera palsu sedang berjalan.

Tetapi, ini semua adalah pilihan NATO dan Uni Eropa.

Eropa bisa terbakar kapan saja.(Tribunnews.com/Setya Krisna Sumarga) 

Sesuai Minatmu

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved