Minggu, 7 Juni 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Hibriditas Budaya Bantengan Mberot di Malang

Dentum Sound Horeg, gongseng berderik, kepala banteng bergoyang—Bantengan Mberot jadi histeria budaya Malang.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Glery Lazuardi
(Ho/Campus League)
BANTENGAN - Penari Bantengan Mberot Malangan sedang menampilkan koreografi, (foto : Pemkab Malang) 

Sintesis ini tak terelakkan. Karena, semakin banyak generasi muda yang menggandrungi Bantengan Mberot. Bagi mereka, seni bantengan ini lebih mudah dicerna dan menghibur. Tentu, dari sudut pandang pelestarian kearifan lokal, kemunculan Bantengan Mberot setidaknya akan menjaga warisan budaya hingga generasi berikutnya.

Bantengan Mberot merupakan bukti bahwa hibriditas budaya bukan sekadar perubahan artistik kesenian. Sintesis ini merupakan hasil negosiasi identitas dan makna tradisi pada era digital dan tantangan global. Lewat hibriditas budaya, Bantengan tetap bisa melestarikan tradisinya, sembari berjalan beriringan dengan inovasi dan dinamika zaman.

Daftar Pustaka :

Bhabha, H. K. (1994). The Location of Culture. London & New York: Routledge.

Wahyuningtyas, D. N. (2025). Kesenian Bantengan Malang: Memahami makna simbolis sebagai kajian budaya lokal. INVENSI: Jurnal Penciptaan dan Pengkajian Seni, 10(1), 99–110. https://journal.isi.ac.id/index.php/invensi/article/download/14249/pdf

Sesuai Minatmu

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved