Tribunners / Citizen Journalism
Dari Chatbot ke Agent: Kunci Sukses Enterprise AI pada Skala Besar
Di Indonesia, minat terhadap solusi enterprise-grade AI terus meningkat melampaui penerapan chatbot tingkat dasar dan generative AI.
Dari Chatbot ke Agent: Kunci Sukses Enterprise AI pada Skala Besar
Oleh: Ananda Prasetya
Tentang Penulis:
Riwayat pendidikan: Sarjana Ilmu Komputer Universitas Indonesia dan Magister Ilmu Komputer Universitas Indonesia
Penulis adalah profesional teknologi dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang data, cloud, dan engineering leadership.
Penulis berperan sebagai Solutions Architect – Big Data & AI di Alibaba Cloud, dengan fokus pada perancangan solusi data dan AI berskala besar.
Penulis pernah menjadi Director of Engineering – Data di Halodoc serta Head of Data & BI Engineering di Mapan, memimpin tim lintas fungsi mencakup data engineering, BI, data science, dan data governance.
Memiliki latar belakang sebagai Solution Architect di Red Hat dan Software Engineer di Jepang, dengan keahlian end-to-end dalam arsitektur sistem, cloud computing, dan pengembangan produk digital.
KESEPAKATAN INDUSTRI saat ini sangat jelas: tahun 2025 telah menandai dimulainya era agen AI. Sebuah Agen AI dipandang sebagai sistem cerdas yang dapat menetapkan tujuan secara mandiri, membuat keputusan strategis, serta mengeksekusi tugas bertahap dengan pengawasan manusia.
Pekerjaan tersebut melampaui kemampuan chatbot dan copilot saat ini. Pergeseran dari alat pengetahuan pasif menuju sistem yang proaktif dan berorientasi aksi ini menjadi lompatan besar dalam kapabilitas agentik.
Di Indonesia, minat terhadap solusi enterprise-grade AI terus meningkat melampaui penerapan chatbot tingkat dasar dan generative AI.
Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya adopsi AI di berbagai sektor industri serta uji coba awal sistem agentik di bidang seperti layanan keuangan, cybersecurity, hingga analisis kebijakan.
Survei regional juga menunjukkan bahwa sembilan dari sepuluh organisasi di Asia Pasifik, termasuk Indonesia, berencana mengadopsi AI Agents dalam tiga tahun ke depan untuk meningkatkan produktivitas dan menekan biaya operasional.
Seperti yang disampaikan McKinsey, batas baru dari generative AI adalah transisi dari tugas berbasis pengetahuan menuju tugas berbasis aksi yang dijalankan oleh agen.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ananda-Prasetya.jpg)