Tribunners / Citizen Journalism
Indonesia Incorporated: Patriotisme Baru Tumbuh di Garudayaksa
Prabowo dorong konsep Indonesia Incorporated di Hambalang, sinergi negara dan pengusaha untuk industrialisasi berkeadilan.
Mengapa? Karena disanalah denyut nadi kelas pekerja bersandar. Sektor tersebut tidak boleh dibiarkan “mati suri” oleh gempuran barang impor atau regulasi mencekik.
Prabowo tegas mengatakan, UMKM bukan "pelengkap penderita", melainkan sebagai fondasi.
Jika Indonesia Incorporated sebuah bangunan, maka UMKM adalah semen yang merekatkan bata-batanya.
Tanpa penguatan UMKM, industrialisasi hanya menciptakan menara gading rapuh.
Ada pesan moral kuat ketika para pengusaha seperti Sofjan Wanandi, Shinta Kamdani, hingga Harry Lukminto duduk mendengarkan visi pengentasan kemiskinan dan peningkatan gizi anak. Prabowo seolah mengingatkan: "Kekayaan Anda harus punya fungsi sosial. Modal Anda harus berpihak pada masa depan anak-anak bangsa."
Retorika Menuju Realita
Pertemuan di Hambalang memang belum melahirkan paket kebijakan konkret. Namun, sinyal politik itu terang benderang. Presiden seperti sedang membangun blok historis baru. Memastikan, ketika dunia mengalami tekanan global, Indonesia memiliki ketahanan internal kuat karena pemerintah dan dunianya usahanya saling mengunci dalam komitmen kebangsaan.
Indonesia Incorporated akan berhasil jika pertama; birokrasi kita bersih. Mereka tak boleh menjadi "pemalak" pengusaha. Aparat harus menjadi pelayan mempermudah jalan bagi investasi berorientasi rakyat.
Kedua; pengusahanya patriotis, berani keluar dari zona nyaman perdagangan (trading) menuju produksi (manufacturing).
Mereka harus berani berinvestasi pada sumber daya manusia Indonesia, bukan hanya mencari buruh murah.
Ekonomi Berkeadilan
Pertemuan perang itu seolah upaya rekonsiliasi ideologis. Prabowo, dengan latar belakang militer, memahami bahwa pertahanan negara bukan hanya soal tank dan jet tempur, tetapi “perut rakyat” harus kenyang, sedangkan industri semakin mandiri.
Indonesia Incorporated, sebuah panggilan pulang ke jati diri ekonomi Pancasila yang di-modern-kan. Tentang bagaimana kekuatan modal ekonomi dipandu kompas moral dan sosial.
Jika sinergi ini berjalan, maka pertumbuhan ekonomi inklusif bukan hanya mimpi tetapi kenyataan yang dirasakan oleh buruh pabrik di Tangerang, nelayan di Maluku, hingga pengrajin mebel di Jepara.
MoU
Kita tunggu, apakah komitmen para pengusaha di depan Presiden itu mewujud dalam pabrik-pabrik baru dan menyerap jutaan tenaga kerja, atau berakhir sebagai catatan kaki sejarah pertemuan elit. Di bawah kepemimpinan Prabowo, harapan itu diletakkan di pundak kita semua.
Dalam pertemuan penting itu Presiden didampingi Prasetyo Hadi (Menteri Sekretaris Negara), Angga Raka Prabowo (Kepala Badan Komunikasi Pemerintah) dan Teddy Indra Wijaya (Sekretaris Kabinet)
Sedangkan pihak industri diwakili 22 pengusaha Anggota Apindo, dengan beberapa nama kunci antara lain, Sofjan Wanandi, Sudamek, Suryadi Sasmita, Haryanto Adikoesoemo, Mucki Tan, Harijanto, Johny Darmawan, Shinta W. Kamdani dan Harry Lukminto
Pertemuan sangat menjadi sangat strategis karena mempertemukan para "raksasa" industri nasional langsung dengan lingkar inti kebijakan Presiden Prabowo.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Padepokan-Garudayaksa-Hambalang.jpg)