Jumat, 5 Juni 2026

Tribunners / Citizen Journalism

Program Makan Bergizi Gratis

Makan Bergizi Gratis dan Harapan Masyarakat Indonesia

Program Makan Bergizi Gratis ini pun berdampak sistemik terhadap kehidupan warga bukan hanya pada bagian peningkatan mutu dan kualitas SDM

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Eko Sutriyanto
Dok Badan Gizi Nasional
PROGRAM MBG - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu Posyandu di Kota Padang, Sumatra Barat, 1 Oktober 2025. 

Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Peningkatan Kualitas SDM

Salah satu program unggulan Pemerintahan Presiden Prabowo adalah Makan Bergizi Gratis (MBG). Dasar hukum utama Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional (BGN), yang menetapkan BGN sebagai lembaga penanggung jawab.

Program ini didukung pula oleh Perpres Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Program MBG dan UU APBN 2026 yang mengatur pendanaannya.

Program Makan Bergizi Gratis ini pun berdampak sistemik terhadap kehidupan warga bukan hanya pada bagian peningkatan mutu dan kualitas SDM tetapi juga membuka lapangan kerja bagi warga sebagai bentuk dari pemerataan lapangan kerja di Indonesia. Program MBG yang bersentuhan langsung dengan warga meliputi:

1.    Pemenuhan gizi langsung untuk Anak usia sekolah, Ibu Hamil dan Ibu menyusui.

Program ini sangat relevan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi dan menuntaskan angka stunting di Indonesia. Melalui program MBG, kualitas gizi anak akan terjamin baik selama dalam kandungan, proses menyusui hingga mengeyam pendidikan di sekolah.

Program MBG juga mengarahkan pada peningkatan kualitas daya pikir dan kesehatan anak sehingga dapat dengan mudah menyerap pembelajaran yang diajarkan di sekolah.

TINJAU MBG - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang dan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026).
TINJAU MBG - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang dan Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMKN 1 Jakarta, Kamis (8/1/2026). (Tribunnews.com/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz)

2.    Penyerapan tenaga kerja lokal yang bekerja di dapur (1 SPPG = 50 orang).

Salah  satu  misi  presiden Prabowo selama kepemimpinannya  adalah mengurangi angka kemiskinan.

Hadirnya MBG membuka peluang besar bagi masyarakat untuk memasuki dunia kerja.

Efektivitas dari pemerataan tenaga kerja tentunya berimplikasi terhadap perputaran ekonomi baik dalam skala daerah hingga skala nasional.

Data statistik menunjukkan pada tahun 2026,

program MBG telah menyerap satu juta tenaga kerja yang mengelola dapur penyedia makanan bergizi.

3.    Pemberadayaan pengusaha lokal mulai dari kontraktor rehab, renovasi bangunan, pedagang bangunan, supalyer sayuran, makanan sampai pedagang buah.

Program MBG juga memberikan dampak kepada pengusaha lokal dan juga pedagang. Hadirnya MBG membuka peluang bagi kontraktor lokal untuk menawarkan jasa dalam hal rehabilitasi dan renovasi bangunan.

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved