Tribunners / Citizen Journalism
Layanan 5G Akal-akalan Operator
Janji pelepasan spektrum 5G belum terwujud. Harga frekuensi mahal bikin operator terpaksa pakai DSS, hasilnya 5G masih “rasa 4G”.
XL Smart pekan lalu mengklaim sudah meratakan, menyelimuti (blanket) seluruh layanan 5G Ultra+ di 33 kota yang dalam waktu dekat akan menjadi 88 kota. Khusus untuk masa puasa Ramadan dan libur panjang Idul Fitri mereke mengerahkan sebanyak 60 MBTS (mobile base transceiver station – BTS di atas kendaraan) yang sewaktu-waktu bisa dikerahkan ke kawasan wisata, dan lokasi arus mudik yang tiba-tiba padat.
Beda dengan dua operator seluler lain, XL Smart tidak menggunakan teknologi DSS tidak juga CA, tidak mengambil sedikitk pun spektrum frekuensi 4G LTE yang pada saat sama juga dijejali pelanggan mudik. Kebijakan ini akan diterapan seterusnya sebelum mereka memiliki spektrum frekuensi andalan untuk layanan 5G, frekuensi 2600 MHz dan 3500 MHz serta spektrum yang lebih tinggi lagi di milimeter band.
XL Smart memisahkan spektrum frekuensi selebar 40 MHz di rentang 2300 MHz yang berteknologi TDD (time division duplexing – penggunaan frekuensi yang sama untuk unggah dan unduh). Kecepatan yang bisa dicapai dengan cara ini, 500 Mbps unduh dan 100 Mbps (megabit per detik) unggah.
Jangkauan layanan spektrum menengah (middle band) ini sempit, hanya radius sekitar 500 meter, dibanding cakupan frekuensi rendah (low band) di 2100 MHz hingga 700 MHz yang radiusnya bisa sampai lima kilometer.
Kelebihan spektrum frekuensi 2300 MHz ini – juga nantinya 2600 MHz dan 3500 Mhz – membuat keberadaan BTS mereka lebih banyak dibanding BTS frekuensi rendah pada wilayah cakupan yang sama. Efeknya, jumlah pelanggan yang bisa mereka layani lebih banyak lima kali sampai tujuh kali lipat.
Bertambahnya pelanggan akan terjadi dengan selesainya integrasi 53.000 BTS yang semula berdekatan, berhimpitan, ke kawasan yang masih kosong. Ditambah kewajiban membangun 8.000 BTS baru di kawasan 3T (tertinggal, terdepan dan terluar).
Keduanya akan menambah cakupan layanan dan berefek ke bertambahnya jumlah pelanggan, seperti pengalaman Indosat pasca merger dengan Tri. Integrasi membuat pelanggan mereka bertambah 10 juta, luasan cakupan bertambah 700 desa.
Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com
Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/mantan-editor-harian-kompas-moch-s-hendrowijono.jpg)